LEBIH DARI SAJAK VALENTINE


‘ZANNA’
(n) HADIAH DARI TUHAN

Dari setiap ketukan do’a-do’a rasa syukur yang dipanjatkan untuk semesta, perasaan ini hadir sebagai sebuah pemberian yang tak biasa. Ia menjadi sesuatu yang indah, yang dirangkai dengan penuh keanggunan, menyimpan makna yang indah dalam setiap pergerakan. Entah pada langit Utara atau langit Selatan. Entah pada ufuk Timur ataupun Barat, ini menjadi sesuatu yang kehadirannya telah dinantikan sebagai sebuah anugrah yang tak boleh untuk disalah gunakan.

Entah, siapa yang seharusnya memulai. Entah, siapa yang seharusnya mengawali. Atau entah, siapa yang seharusnya menanti, entah siapa yang seharunya menunggu. Tapi yang pasti, tak ada yang pernah membiarkan ego menguasai diri. Untuk menjadi seorang pejuang sekaligus pemenang, bukan lah dengan cara-cara yang mengedepankan faktor-faktor menyakitkan untuk menguasai diri. Itu hanya melukai, dan sesuatu yang datang dari Tuhan sejatinya sebuah obat untuk sejenak mengistirahatkan rasa yang lalu, kemudian berjalan untuk menghampiri, berhadap-hadapan dan memegang hadiahnya dengan penuh kesucian.

Di sepertiga hening yang mempertemukan kita pada sisa-sisa ingatan yang tak pernah terlepas, rasa tersebut jatuh sebagai hadiah yang luruh dengan ikhlas  diatas pelataran kain Panjang yang menjutai. Tempat untuk makhluk bernama manusia, bersimpuh, menengadah pada yang kuasa meminta penjagaan agar hatinya senantiasa baik-baik saja. sepertiga hening yang menenangkan menghapus setiap jengkal sakit yang merekah. Hingga kelak suara mampu memecahnya dengan sebuncah kebahagian sederhana sebab hadiah dari Tuhan telah dibukanya dengan penuh kehati-hatian.

Zanna. Ia menghidupkan apa-apa yang telah mati dari bagian tubuh bernama hati. Ia mengobati apa-apa yang terluka dari bagian hati bernama rasa yang tersayat. Ia menenangkan apa-apa yang memberontak dari bagian akal bernama nalar yang kehabisan jalan. Ada banyak yang ingin dipahami, dan Ia hadir sebagai sesuatu yang telah hilang untuk kembali lagi. Menghadirkan sesuatu yang awalnya mencoba untuk dilupakan namun dipaksa untuk kembali hadir pada dimensi yang berbeda, pada waktu yang tepay meskipun cukup lama, dan bersiap pada sebuah kisah di selembar kertas baru.

Arti yang indah. Makna yang sempurna. Perumpaan yang tepat. Sebab Ia terus menari-menari untuk membentuk paragraf-paragraf yang berisi tentang cinta, cita dan rasa. Menghasilkan prosa menarik untuk ditafsiri pada setiap bait demi baitnya, sebab Zanna menjadi sesuatu yang syahdu, yang telah lama dinantikan menjadi bagian dari kisah semesta yang Panjang. Menjelma rangkaian diksi yang menyenandungkan keutuhan. Saling mengisi, saling membantu, saling mengerti untuk terus mempertahankan ketebalan tinta keyakinan agar tak habis. Dan selalu mengisi lembar demi lembar kertas agar tak menjadi akhir dengan kisah kosong yang tak nyata.

Diantara lekuk awan yang terus melayang-layang, keindahannya begitu gemilang, sebab tak pernah terjamah dengan perasaan yang badai dan riuh yang berisik. Begitu cemerlang hingga turun, dan kita pun melihatnya sebagai bagian dari diri kita, mejadi lembut dan bekal untuk menjajaki lebih dari bumi dan seisinya. Berada ditengah-tengah kita sebagai sebuah keniscayaan yang hebat, dan pengakuan yang tak terbendung.

Pilu dan segala kepalsuan. Perih dan segala yang menyakitkan. Semuanya menjadi komponen untuk terus menguatkan kita sebagai seorang manusia yang butuh kesabaran. Zanna tentu paham, bahwa Ia sejatinya membawa keseriusan tanpa definisi. Tanpa perlu persetujuan setiap insan. Melahirkan kita sebagai apapun yang ingin kita jalankan. Menjadikan kita sebuah kejadian. Membenarkan setiap perjuangan yang membutuhkan begitu banyak ruang, tapi kita tak pernah Lelah untuk terus melakukan perbaikan.

Zanna, membuat masing-masing dari diri meletakkan keberanian pada tempat yang lebih bermanfaat. Sebab keberadaannya terus mengejar kebaikan yang dikirim dari busur syukur yang terus terlepas. Benar-benar meramaikan kesepian yang biasa menyergap dan meneyrukan keheningan yang biasa menikam. Benar-benar hadiah indah dari Tuhan.
Dan itulah hal terbaik dari sebuah penantian yang tak biasa. Tentu Tuhan memiliki jalan yang tak biasa pula. Hadirlah Zanna yang lebih dalam pemahamannya sebagai sebuah hadiah dari Tuhan. Dan setelah hadiah itu hadir, bukan hanya kita yang sebagai sepasang, melainkan do’a-do’a yang tersu bergumam dan perlu kita salami di sepertiga malam.

Kita pernah saling menyemogakan. Semoga do’a-do’a yang kita panjatkan dapat saling tersemogakan. Semoga keinginan-keinginan ini menjadi lirik-lirik permohonan yang tulus dan ikhlas. Bukan dikte paksaan pada Tuhan. Semoga setiap apa yang kita utarakan pada langit, akan mengangkasa. Disaksikan semua bintang dan kemudia memancarkan kebenaran. Bahwa setiap ingin yang kita harap dapat tercapai adalah tak pernah mengecewakan.

Kita tak pernah berhak untuk sebenarnya menanyakan kesungguhan yang berada di masing-masing hati kita. Aku tak berhak bertanya kepadamu, atau kamu pun tak berhak bertanya kepadaku. Aku tak berhak menjawab pertanyaanmu, dan kamu pun tak berhak menjawab pertanyaan dariku. Sebab pemilik hati kita bukanlah kita. Ada yang lebih kuasa. Kita hanya sebatas induk semang. Yang sewaktu-waktu dapat bersimbiosis mutualisme atau parasitisme. Sehingga jika rasa tersebut hadir sebagai sebuah zanna, tentunya ia datang karena yang lebih berkuasa menginginkan alur tersebut. Bukan karena alasan yang logis untuk akal manusia menalarnya.

Zanna membuat kita paham bagaimana caranya menjaga lebih besar, bersabar lebih sering, bertahan lebih kuat, dan percaya lebih Tangguh untuk terus meyakini bahwa kita hadir sebagai sepasang bukan karena sekedar rasa saling tertarik. Atau sekedar kita memang menginginkannya. Lebih dari itu sebab semesta punya kisah yang tak dapat kita tebak. Diluar kekuasaan kita. Sehingga takdir yang diberikannya pada kita menjadi sebuah hadiah dari Tuhan yang begitu berarti. Sebuah Zanna yang tak dapat kita duga. Sebuah Zanna yang tak dapat kita tolak. Sebuah Zanna yang tak dapat kita acuhkan. Harus kita terima dengan kepasrahan dan menanti takdir untuk kisah selanjutnya.
Terimakasih Tuhan atas hadiah yang kau berikan. Berupa hati yang lapang menerima rasa yang terus terbang untuk mencari pelajaran. Ia semakin tabah untuk tidak takut tumbang. 

dua arti yang tergabung menjadi hadiah terbaik Tuhan. sebab dua arti ini adalah kunci yang akan memberi warna yang berbeda pada setiap desirnya

Komentar

  1. Masya Allah, disetiap kalimat yang ditulis benar-benar ngena banget! Ngga sadar udah sampai pada kalimat akhir. Sebuah kalimat dan maksud yang ditulis dengan ritme kata dan diksi yang indah. Semangat selalu berkarya, cumilku!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer