DILUPAKAN

ANTOLOGI MOTIVASI #4

DILUPAKAN
Salah satu ketakutan paling besar dalam hidup saya. Saya ingin selalu diingat oleh setiap orang yang pernah hadir dalam setiap kisah yang saya lalui. Tapi, aka nada suatu masa, dimana rasa yang manis saat ini akan dilupakan di masa yang akan dating. Terkadang waktu memang begitu kejam. Usaha yang mati-matian kita lakukan seakan dicampakkan termakan oleh waktu yang fana. Wajah anggun, manis dan tulus, menjadi sesuatu yang memuakkan. Diganti dengan wajah-wajah baru yang lebih menyenangkan. Kata-kata sebagai pengakuan paling murni, sesuatu yang sakral dari sebuah tautan jari. Dianggap dusat dengan kepalsuan. 
DILUPAKAN. 

Mau tidak mau. Suka tidak suka. Semuanya akan menuju masa itu. Sesuatu yang pernah ada bertaburan bagaikan debu yang melayang. Tampak terlalu ringan untuk disebut kenangan. Begitu lemah untuk menjadi sesuatu yang pantas untuk diingat.
Tapi,
Apakah hati kita akan terus menerus merasa demikian. Akan terus menerus menjadi keras. Bahkan muncul sebuah rasa menyedihkan bernama dendam kekecewaan?
Akankah terus begitu?

Bertemu, menjalin kisah dan dilupakan adalah sebuah kodrat. Sebuah takdir yang berjalan. Dilupakan merupakan sebuah siklus perjalanan untuk menuju perjumpaan lagi.
Dilupakan tidak hanya sekedar kesedihan dan kekecewaan. Boleh jadi wajahmu saat ini memang tampak begitu memuakkan, usahamu dicampakkan, kejujuranmu diragukan. 

Tapi Tuhan tidak akan tinggal diam. Akan dating suatu kejadian dimana seseorang yang melupakan itu tersadar. Dan Ia akan ingat. Bahkan bonus yang lebih besar akan menghampiri. Bisa jadi kita akan diingat dengan cara yang lebih manis nantinya, atau cara yang bahkan kkta sendiri tidak terduga.
#selamatberprosesmenjadibijak




Komentar

Postingan Populer