18 tahun telah berlalu...
18 tahun telah berlalu
Akhir-akhir ini tangan mulai kaku dengan sajak-sajak yang biasanya hadir dan menemani setiap hari-hari penuh rindu, akan tetapi, jemari yang kaku ini harus menulis untuk sebuah sejarah hebat pada hari ini. Menceritakan hari lahir seseorang yang hebat dan akan terus mengukir sejarah hebat.
Sejarah yang terjadi pada tanggal istimewa ini. Tanggal yang tidak akan pernah dilupakan karena pada hari ini, tepat 05 November 2001 silam telah lahir putri di sebuah nama yang luar biasa. Ayah dan Ibunya memberinya nama Ananda Novia Puspitaningrum. Putri cantik kebanggan keluarga yang kelak akan mengharumkan dan membawa nama Ayah dan Ibunya setinggi langit.
Pada saat kelahirannya tak ada yang tak bahagia. Itu sebabnya hidupnya menjadi penuh sejarah berhaga dan penuh kebahagiaan. Meski dunia tak selalu berbaik hati, tapi Ia pandai caranya mengolah rasa agar senantiasa baik-baik saja.
Lahir dengan keadaan keluarga dengan ekonomi yang mapan, dari seorang Ayah dan Ibu yang sama-sama berkecimpung dalam dunia jurnalistik, membuatnya terbiasa dengan suara ketikan komputer atau sekedar jepretan kamera, tak jarang juga dengan sodoran mikrofon dan tampilan layar kaca, berita politik yang sedang hangat atau issue yang sedang populer, karena hal tersebutlah Ia harus bersaing untuk mendapatkan perhatian. Ia melewati masa golden agenya dengan kesibukan dan ambisi Ayah Ibunya, hingga Iapun harus menyayangi dirinya sendiri untuk sekedar merasakan hangatnya kasih.
Tapi, masa golden agenya luar biasa. Ia tetap menjadi kebanggaan Ayah dan Ibunya, meski Ia tahu, akan ada kejadian besar setelahnya. Ia harus mulai terbiasa dengan hal-hal yang memaksanya untuk bertahan. Pendidikan dan pola afeksi yang diberikan Ayah dan Ibunya berbeda dengan yang kebanyakan keluarga lainnya, Ia harus belajar mengobservasi banyak hal seorang diri, dan mencari jawab dari pertanyaan-pertanyaannya seorang diri pula. Hingga tak heran, kecerdasan emosi, spiritual dan kemampuan intelektualnya melampaui rata-rata. Ambisi yang ada pada kedua orangtuanya pun, pada akhirnya menular pada dirinya. Dan entah sampai kapan Ia akan sibuk dengan ambisi-ambisi tak tau diri yang terus hidup dalam hati. Serakah pada hidup, dan mulai acuh serta tak peduli lagi pada hati.
Setelah masa golden agenya berlalu, Ia tetap saja tumbuh hebat. Mewarisi kehebatan ayahnya dalam memimpin, berbicara dan menulis juga mengalir darah kecantikan serta kemampuan yang menarik dari Ibunya membuatnya tampak sempurna di pandang dalam segala sisi. Satu demi satu Ia mulai mengukir sejarahnya sendiri. Satu demi satu Ia mulai membangun perjuangannya sendiri. Satu demi satu Ia mulai melebarkan sayap mimpi dan ambisinya sendiri. Satu demi satu, Ia pun mulai merasakan datang dan pergi dalam satu kali waktu.
Predikat positif, mennawan dan teladan dalam dirinya terkadang membuatnya takut untuk melangkah dan menjadi dirinya sendiri. Ia sulit untuk menunjukkan sisi terpendam dalam dirinya. Terlalu banyak pura-pura membuatnya lupa kalau Ia sedang berpura-pura. Sehingga Ia selalu merasa seperti putri tidur yang terbuai dalam mimpi-mimpi indahnya. Meski terkadang kelabu, Ia menikmati peran kepura-puraan ini. Tak banyak yang mengerti dan memahami seperti apa karakter dirinya sesungguhnya. Namanya terkenal dengan gaung yang luar biasa. Hingga tak sedikitpun yang menyangka bahwa dibalik senyum manisnya dan kepribadian menyenangkannya Ia adalah putri kecil yang lemah dan tak berdaya.
Terkadang Ia merasa sulit, dan terkadang Ia merasa lelah. Setegar apapun Ia menjalani hidup, Ia adalah seorang putri kecil yang menginginkan perlindungan. Ia berada di tengah-tengah Ayah dan Ibu yang berjalan dengan ego sendiri-sendiri. Hingga lebih baik berpisah daripada menyatukan ingin yang tak satu tuju. Dan putri kecil bernama Ananda Novia Puspitaningrum pun harus menahan diri untuk tidak bersikap marah dan memberotak. Ia dilahirkan dengan segudang kebijaksanaan dalam batinnya, hingga Ia pun menerima keputusan kedua orangtuanya, walaupun pada akhirnya Ia harus paham dengan kenyataan bahwa Ia adalah seseorang dari keluarga gagal.
Iya, memang Ia adalah putri kecil dari kerajaan yang gagal, namun Ia tak ingin menjadi putri yang gagal. Ia tetap pemilik hati yang bening, Ia tetap pemilik rasa yang hangat, Ia tetap pemilik sejuta kebijaksanaan dalam batinnya. Meski lemah dan penuh luka, Ia tetap putri dengan segudang prestasi yang membanggakan, Ia tetap putri dengan ambisi yang tak kalah luar biasa besar, Ia tetap putri dengan amanat kebanggaan dari kedua orang tuanya, Ia adalah putri dengan nama yang luar biasa dan tetap putri yang selama 18 tahun hidupnya tak pernah menyalahkan takdir meski seperih dan sesakit apapun. Yang Ia lakukan adalah terus melakukan yang terbaik semampu dan sepenuh hati.
18 tahun perjalanan hidupnya mengantarkan banyak hikmah dan sejarah berharga. Tak sedikit berpasang-pasang telinga yang ingin mendengar kisahnya dan meminta sarannya, tak sedikit berpasang-pasang mata yang melihat kata demi kata yang disusunnya diatas lembar demi lembar yang tak ada habisnya untuk dibaca dan dinikmati, tak sedikit dari jejeran insan yang ingin terus berada di sampingnya untuk terus merasakan energi positif yang ditularkannya. Meskipun berat perjalanannya, Ia tetap pemilik dan pemenang kisah-kisah kebaikan. Meskipun berada dalam lingkungan yang egois, Ia tetap menjadi diri yang terus peka dan peduli dengan keadaan disekitarnya, dan juga Ia tetap menjadi idola dimanapun Ia berada.
Selamat ulang tahun Ananda Novia Puspitaningrum. Terus menebar manfaat, terus menginspirasi dan terus lakukan apapun yang ingin kamu lakukan demi kebaikn-kebaikan yang tak mengenal masa berlakunya. 18 tahun adalah usia yang belum cukup untuk menggapai semua mimpi-mimpi yang kamu inginkan, tapi di usia 18 tahun adalah usia yang cukup bagi kamu untuk memulai semua mimpi-mimpi yang ingin kamu wujudkan. Selamat ulang tahun Nanda, berjanjilah pada diri sendiri jadikan 18 tahunmu menjadi seseorang yang lebih bermakna.
Kado terbaik bagi tahun ini adalah, cukup bagi kamu menjadi pribadi yang sederhana. Sudah, itu saja. Lebih dari cukup.
Komentar
Posting Komentar