30 SEPTEMBER 2019
30 SEPTEMBER 2019
(GAGAHNYA LELAKI BUTA KEBEBASAN MENEGAKKAN KEADILAN)
//Untukmu yang hari ini berjalan menahan terik mentari, berhimpitan dan bergandengan tangan satu dengan yang lain untuk menegakkan keadilan. Suaramu turut lantang mengikuti orasi. Betapa lelah dan muaknya hatimu melihat probelamatika negri ini, hingga seseorang apatis sepertimu rela turun ke jalan untuk membantu menyadarkan perwakilan rakyat yang sedang tertidur pulas menutup mata dengan nyaman di ranjang empuknya berselimut lembut.//
Aku berterimakasih kepada semua generasi muda yang menginginkan nafas baru dalam berjalannya demokrasi saat ini. Bahkan sampai pemimpin kita meminta untuk tidak meragukan konsistentnya menjaga kedaulatan dan kedamaiannya bangsa ini. Aku berterimakasih kepada semua generasi muda yang turut peduli dengan berjalannya hukum di negri ini. Tak pandang Suku, Ras dan Agama, semuanya ber-bhineka tunggal ika untuk terus menegakkan Pancasila sebagai dasar negara. Aku berterimakasih kepada semua generasi muda yang turut berjuang untuk melihat pergerakan negara ini menjadi lebih baik lagi.
Sudah saatnya negri kita berbenah untuk kembali menghidupkan degup-degup konstitusi yang telah lama mati. Semuanya tertutup oleh ambisi nyalang kehidupan layak dan nyaman, hingga suara-suara HAM tak lagi menggema untuk ditegakkan, terlebih aspirasi hanya dijadikan hidangan pagi, siang sore hingga malam lalu basi. Para penjahat hak asasi hendaknya mulai memperbaiki diri banyak muhashabah hati. Mulai gunakan nurani bukan sekedar mencari mentari. Menjalankan tugas sekaligus menjaga stabilitas. Sebab, tak ada yang tau esok, apa yang akan terjadi. Mungkin akan tamat dengan kehinaan yang abadi.
Seketika teringat oleh orasi Ir. Soekarno tentang pemuda. Bahwa dengan 10 pemuda yang berkualitas Ia mampu mengguncang dunia. Dan saat ini terbukti jutaan akademisi intelektual, para mahasiswa yang jelas memiliki pemikiran dan wawasan luas dalam mengaji permasalahan ini turut mengambil langkah untuk pergerakan dan perbaikan yang akan dikenang sejarah secara abadi. Dulu para pemuda berhasil melahirkan sebuah reformasi yang luar biasa, hingga demokrasi dapat terbentuk mengiringi denyut jantung negara. Dan saat ini, pemuda akan lebih hebat lagi, dipadukan dengan intelektual yang berkualitas, memanfaatkan kemajuan digital yang pesat, menggerakkan masa yang banyak untuk berbondong-bondong mengembalikan situasi negara agar kondusif, menyadarkan para wakil rakyat agar tidak terbuai makanan enak dan uang banyak, mengingatkan pemimpin untuk senantiasa arif, adil dan amanah dalam menjabat, bersatu pada menjadi rakyat yang peduli dengan regulasi dan berusahan menegakkan hukum yang dapat menimbang sebaik-baiknya.
Salah satu diantara jutaan pemuda tersebut, ada suara lelaki buta kebebasan, yang dulunya hanya kuanggap sebagai seseorang yang ingin memerdekakan rasanya sendiri menjelma gagah berani membela kepentingan rasa banyak orang. Salah satunya membela rasaku yang tak setuju dengan berlakunya regulasi tersebut. Terimakasih.
Mengorbankan keselamatan tidak hanya untuk panjat sosial semata, melainkan karena tergeraknya hati untuk berubah dan sadar. Bahwa suaramu sebagai seorang pemuda memang dibutuhkan. Bahwa masa mudamu tak hanya kau habiskan dengan secangkir kopi, sebat, dan sosial media, tapi ada negara yang membutuhkan aksimu untuk memerdekakannya. Turut serta dalam membela kebenaran dan turut mengukir sejarah besar. Kau, tidak hanya diam membisu dan menerima, pasrah dengan keadaan yang membungkam mulut sejuta nyawa, atau kau hanya penonton pasif dan memilih egois memikirkan ambisi diri sendiri. Setidaknya tidak ada dalam pemikiranmu pernyataan semacam ini "mikirin diri sendiri aja belum bener, apalagi mikirin negara. mikirin hati sendiri aja ga beres-beres apalagi mikirin undang-undang".
Mungkin secangkir kopi hangat dan senyumku yang manis dapat menghilangkan lelahmu saat ini. Ingin sekali kusuguhkan keduanya, sayang aku belum punya kesempatan untuk itu. Yang turut serta dalam perjalananmu, langkahmu dan pilihanmu kali ini adalah rintihan ku di sepertiga pagi. Semoga kau dan pemuda-pemuda hebat lainnya yang ditunggangi kepentingan rakyat, yang merasa mewakili suara rakyat, dapat selamat dan membawa hasil yang memuaskan.
Awalnya ingin kulepas kau dengan sejuta harap yang tak dapat terdefinisikan dengan kata-kata, atau dengan sikap yang hangat, sayang aku belum punya hak untuk itu. Yang menjadi saksi perjuanganmu adalah mentari pagi yang turut menyampaikan sejuta salam pengharapan penjagaan dari semesta.
Hari ini, kau telah menjadi lelaki buta kebebasan yang gagah, gigih dan berani. Membuatku terus merasakan apa itu jatuh hati untuk terus, terus dan terus dengan segala kejutan dan dinamika perasaan yang kau suguhkan. Ini membuatku memiliki asumsi bahwa kau tak paradoks lagi. Kau berhasil mematahkan stigmaku bahwa kita tidak akan pernah se-idealisme untuk dapat melihat perjalanan bangsa kedepannya.
Dan, kau berhasil mengembalikan semangatku untuk mengenalkan teori kepedulian yang kuajarkan. Setidaknya meski peduli itu bukan pada kisah kita, tapi kau peduli pada apa yang ada di sekeliling kita, kau bertindak secara aktif untuk mendengarkan apa yang perlu kau dengar, merengkuh apa yang mulai terjatuh dan mengulurkan bantuan pada apa dan siapa yang mengalami kesulitan. Ternyata itu tidak menguap begitu saja dalam pikiranmu, justru terpatri mantap dalam alam bawah sadarmu.
Kau, hebat hari ini. Atau bahkan mungkin kau hebat sejak dulu. Sejak kau memilih koridor bersama orang-orang yang menjaga penegakan hukum ini berjalan secara stabil. Jika begitu, kita berjalan beriringan, hanya belum diberi kesempatan untuk dipertemukan dalam misi yang sama.
Aku tidak ingin mendahului kehendak Tuhan terhadap setiap konspirasi yang terjadi, tapi ada satu yang kuyakini, bahwa sejauh apapun jarak yang memisahkan, setebal apapun dinding yang menjadi pembatas, kita akan mampu bertemu dalam satu tujuan dan satu idealisme yang sama.
Kau jiwa individualis pemerhati yang baik akan terpadu apik dengan jiwa militant dan profokatifku untuk turut serta membersamai langkah kemajuan dalam setiap proses kemanusiaan di negara ini. Kau dan aku akan sama-sama menjadi seseorang yang berpengaruh, mungkin kau dengan pemikiran emasmu dan aku dengan pemikiran luasku. Kita akan sama-sama menjadi generasi yang "muda" dan "berbahaya" bagi siapun yang ingin menghancurkan agungnya keadilan dan persatuan yang dijaga erat oleh banyak insan.
Teringat ungkapan dari Ir. Soekarno bahwa kita sebagai pemuda harus banyak bermimpi dalam hidup, dan membangunnya dengan hebat. Maka bolehkah aku bermimpi, bahwa kelak di tahun yang entah keberapa, kita akan dapat sama-sama berjuang, menyemikan rasa idealisme yang selama ini kita pupuk dengan baik. Saling berdebat lalu kemudian tertambat. Menghabiskan sore dengan pembahasan kemajuan-kemajuan yang siginifikan dan apa langkah apa yang diperlukan. Menjadikan hari-hari kita sebagai dua insan yang saling terpaut untuk menegakkan kebaikan. Tidak hanya untuk bangsa dan negara, tetapi untuk setiap hal kecil yang dapat kita menuai hikmah didalamnya.
Sebab, akan lahir sebuah generasi yang cerdas dan bijak dari pembahasan-pembahasan yang berwawasan dan meng-global. Langkahmu hari ini, orasimu pada hari ini, lelahmu pada hari ini, marahmu pada hari ini, tidak akan sia-sia. Apabila ada 1000 orang yang menyanjungmu, maka salah satunya adalah aku, apabila ada 100 orang yang memujimu maka salah satunya adalah aku, apabila ada 50 orang yang menyemangatimu maka salah satunya adalah aku, apabila ada 10 orang yang mendoakan langkahmu salah satunya adalah aku, dan apabila hanya tersisa satu orang untuk senantiasa bersamamu, maka pastilah itu aku. Tentu dengan segala kehendak Semesta dengan perjalanan yang akan segera kita lalui bersama.
Tulisan ini mewakili senyuman dan secangkir kopi yang harusnya dapat menghilangkan lelahmu setelah berjuang hari ini. Dapat kau nikmati dengan mendengarkan instrumen indah untuk merelaksasikan penatmu. Semoga dapat membuatmu kembali bersemangat dan tidak meragukan idealismeku sebagai seseorang yang juga berusaha menegakkan hukum dengan kebenaran. Hingga entah pada kapan waktunya kita dapat saling menguatkan untuk memperjuangkan idealisme kita bersama-sama.
Selamat berisitirahat atas perjuanganmu yang hebat hari ini. :)
Jangan lupa senyum 3 cm dan minum air putih
Komentar
Posting Komentar