KISAH 2 SINAR
"Boleh kau marah. Ber-hak kau acuh. karena akupun begitu. saling diam berlalupun tak mau. Tapi kau perlu tau, aku sudah lelah. lelah untuk terus saling menyalah. Dan aku tak ingin membuat apapun tentang kita menjadi lemah. Sayangnya, aku tak tahu, bagaimana tentang kau. Bila nanti kau juga sudah lelah, temui aku. dan akan kusambut jiwamu juga rasamu dengan ribuan puisi yang menceritakan kerinduanku tentang semua hal bersamamu, dulu."
-Sinar Pagi.
PAGI, JANGAN LUPA
Jangan lupa untuk berusaha,
Sebab kau ada untuk kesempatan yang baru
Berhasil atau tidaknya sore nanti,
Tergantung hadirmu yang menyinari sepanjang hari
Jangan lupa untuk bahagia
Karena kau ada, untuk memperbaiki yang lalu
Bukan memperburuk sesuatu yang akan terjadi
Maka bahagialah, biarkan banyak orang,
mengambil kebahagiaanmu untuk senyumnya hari ini
Jangan lupa untuk tertawa
Alam dan jajarannya setia menunggu kedatanganmu
Kabut dan dinginnya, mengalah dengan secercah cahayamu
Bumi dan kehidupannya, mengharapkan hadirmu
Manusia dan keturunannya, menggantungkan kelangsungannya padamu
Jangan lupa untuk bersyukur
Bisa jadi kau memang kesepian
Menjadi tunggal membuat perasaanmu terkadang menjadi janggal
Namun kau harus ingat
Ada sore yang bersiap menggantikanmu
Tanpa harus kau minta dengan cuma-cuma
kau tak bertugas sendirian
Jangan lupa untuk menunduk
Meski kau tinggi
Meski kau tak tergapai
Karena, hadirmu tidak untuk berkuasa
melainkan untuk menebarkan rasa
Pagi, jangan lupa
Pertemuanmu dengan sore antara ada dan tiada
Sebab sehebat apapun kau terpusat
Waktumu hanya sesaat
Kau tau, pada pagi selalu ada harapan baru yang menghampiri. membeningkan tujuan untuk langkah yang lebih maju. Sebab itulah, waktu pagi baik untuk mengingat. Menabahkan hati untuk terus berkutat pada perasaan-perasaan menjerat.Pada pagi, aku lebih mengerti perihal mimpi. Tidak hanya ego yang kutahan melainkan ambisi yang terlalu besar uuntuk mengerang dan menerjang. Aku mencoba terus realistis, berdiri pada lautan manusia apatis. Tentang tujuan-tujuan yang kujalani. Dan semua hal yang kulangitkan.
Aku mencoba bijak tentang kisah-kisah pagiku. tak harus kuseduh secawan kopi untuk menghangatkan hariku. Cukup sebentar mengingatmu akan mengalirkan hangat yang tak terduga. Juga menentukan untuk berbahagia menikmati proses yang tak sebentar ini.
Pagiku selalu sederhana, namun menyimpan kesan yang berharga. Hanya saja belum sempurna.
Sebab, pagiku sendirian. Memutuskan hari-hariku tanpa diskusi panjang kebersamaan. Sesak oleh mimpi yang kurancang seorang.
Pada setiap pagi aku terus berharap tujuan ini akan mengantarkan waktu yang istimewa. Dimana kusambut pagi dengan penuh mimpi, dan ada kamu dalam rencananya.
~Sinar Sore pada Pagi yang berkabut
"Boleh kau lelah. Bimbang dan memutuskan berputar arah bukan sesuatu yang salah. Sebab aku disinipun jauh dari kata kepastian. Aku mencoba merangsang semuanya dengan baik sendirian. Berteman bayang-bayang sikapmu menuju kekakuan. Aku sadar, aku tak mungkin segera menegaskan perihal banyak impian. Tapi akupun tak sabar mendatangimu penuh kegagahan. Semoga kau menyambutku dengan sambutan kebahagiaan."
-Sinar Pagi
SORE, KAU CANTIK
Kau cantik,
Perpaduan yang sempurna untuk mengingat
Semburat yang manis berperang dengan kepedihan
Melambai-lambai membawaku pada mozaik kenangan
Keindahannya bahkan membuatku terpaku,
Tak mampu untuk sekedar memalingkan mata
Kau cantik,
Dengan sederhana
Datangmu penuh makna
Mengakhiri hari yang melelahkan
Mengistirahatkan semua penjagaan kecuali rasa
Mengumpulkan orang-orang untuk sejenak diam
Diam dan menyadari betapa kecilnya manusia
dibandingkan dengan ke-Agungan-Nya
Kau cantik,
Hadirmu membawa ketenangan sekaligus kemagisan
Dinantikan jiwa-jiwa mencari penghargaan
Kau mampu menghargai sesuatu dengan indah
Terlalu indah meski sesaat
Kau cantik,
Meskipun hati-hati ini mengetahui
Betapa banyak yang kau korbankan
Termasuk mengalah pada kegelapan
Dan tetap menghadiahkan,
jutaan kerlap-kerlip gemerlapan
kau cantik,
Menawan dan berperasaan
kau tinggi, tapi rela tenggelam
kau berkuasa tapi mengemasnya dengan kesederhanaan yang sempurna
kau tak tergapai, tapi kau merendah dengan keanggunan
Sore, kau cantik
Berhasil membuat pagi selalu jatuh cinta
Hanya saja kau perlu ingat
Semuanya penuh fatamorgana
Cepat atau lambat waktu akan membinasakan semuanya
Kau tau, satu hal yang kulakukan untuk menyambut sore datang? Aku senantiasa menyempatkan membuat permohonan. Permohonan tentang banyak hal dan tentang segalanya.
Aku terpaku. Terpaku untuk memaknai kedatangannya yang istimewa. Bahwa yang cantik sekalipun harus rela kita lepas dengan ikhlas. Sebab keikhlasan itu yang membawa kita pada hikmah.
Pada sore aku mencoba memahami. bahwa sesingkat apapun waktu, senantiasa menyimpan indah didalamnya. Juga kujumpa sabar untuk mengerti semuanya.
Dalam proses ini, ada ketabahan yang selalu kau selipkan.
Tenggelamnya sore pada setiap harinya selalu mengantarkan kesabaran-kesabaran yang berbeda untuk kuresapi. Aku mencoba terus sama, meskipun dengan metode yang berbeda.
Aku berharap, semoga kau paham aturan mainnya."
~Sinar Pagi pada Sore yang murung
kisah 2 sinar.
Yang penuh ketidakmungkinan.
Sedang merayu Tuhan agar bertemu di masa depan.
Meski harus menjelam manusia yang hidupnya penuh kefanaan.
Memiliki rasa meski tak bernama.
Terkenal dengan sejarah sinar pagi dan sinar sore.
Sebagai harapan yang mencoba baik-baik saja dan konsisten di dalamnya.


Komentar
Posting Komentar