Alam dan Nyanyianmu


kau daki puncak tertinggi
kau minta alam menjadi saksi
bagaimana prosesmu melupakanku
dan aku tahu dalam ketidaktahuanmu

kau taklukkan cemara dan pasukannya
kau tumpas lebatnya rimba-rimba
kau minta alam untuk mengerti
tentang langkahmu menjauhkan diri
sebab jiwa yang tak bersabar hati

kau lewati bebatuan terjal
kau lalui begitu banyak lobang
kau ingin alam menyeleksi
adakah hati siap tereliminasi
2 jiwa tak saling mengusahakan lagi

setelah puas kau gapai itu
ingin kutanya satu
sudahkah mampu melepas kenangan itu?
aku turut mengikuti rasamu

Tak perlu banyak bercerita
jiwa kita sudah lelah menanti asa
Aku merindu
kaupun begitu
namun hati tak jua mengatakan adanya

Nyanyianmu...
hanya itu yang tersisa
alam berbaik hati
membisikkannya untukku
menyimpannya pada hijau, biru, putih, dan warna-warni lestari
senantiasa kuputar pada 2 waktu
terbit dan tenggelamnya senja,
kesukaanmu


tak perlu kau tulis namaku dalam selembar kertas lalu kau abadikan untuk menjadi bukti bisu seperti kebanyakan yang lainnya,
Sebab ku tahu, dengan sepenuh kepercayaan diri yang kupunyai
kau teriakkan namaku pada puncak ketinggian dan alam menjadi saksi nyata teriakan diammu menghanyutkan rasa

tak perlu kau perlihatkan kisah-kisah harianmu,
sembunyikan saja sepuasmu
agar tak kutahu interaksi apa yang kau lakukan dibelakangku
sebab kuyakini,
semua keputusanmu tentang itu adalah yang terbaik untuk kelangsungan kisah selanjutnya

tak perlu kau abadikan ini dan itu,
biar saja aku diam pada tempatku
agar kau bisa sembunyi dan bahagia entah dengan siapa yang tak kumaksudi
karena kuakui,
semua rencanamu menyakitkan diawal dan mungkin berbuah manis dengan sederhana entah kapan tiba saatnya

biarkan tanpa rasa
mengalir apa adanya
menikmati kehampaan dan kelaraan dengan caranya masing-masing
hingga tiba waktunya mengisi senja pagi dan senja penutup hari bersama-sama


-Selamat malam sinar pagi,
Kau tahu?
Aku merindukanmu dalam senggukan tangisku

Komentar

Postingan Populer