Perjalanan Perpisahan



"every goodbye makes a new litlle 'hello' closer, get a life and we have to moving on."

Dari situlah aku menyadari sesuatu yang selama ini cukup aku kesampingkan. hanya peduli tentang depan, aku dan kamu saja tanpa berarti nyata. aku lupa, bahwa masing-masing tentang kita pun entah kapan, juga akan saling melupakan.

Dan saat inilah waktu yang tepat.
Dan saat inilah waktu itu tiba.
Kita berpisah dan saling melupakan untuk sementara waktu.

Cukuplah saat ini dan entah sampai kapanpun nanti, semua tentangmu, kupeluk sebagai kenanganyang tidak akan lagi kurindukan.

karena kerinduanku telah sesak dengan rencana masa depan. Aku pelan-pelan akan mulai untuk melepaskanmu, tidak perlu berusaha keras-keras, cukup perlahan-lahan.
karena aku tahu...
"its hard to forget someone who gave you so much to remember."

melupakanmu, aku sudah...
Ingin kukatakan hancur, tapi jangan
Ingin kukatakan terluka, tapi takkan pernah
Jujur, semua tentang kesedihan dan kelaraan telah melahirkan karyanya masing-masing. semuanya telah mengalir secara alamiah
ketika karya itu telah lahir,
itu tandanya kamu sudah berakhir.
tak perlu merasa bersalah,
karena
melupakanmu, aku sudah

yang bisa kupastikan dari sebuah perjalanan perpisahan adalah keikhlasan.
bukankah ikhlas adalah akhir yang mendewasakan dalam suatu kisah?
Sungguh tak mudah, tapi cobalah
aku dewasa, dan aku melepaskanmu dengan mudah
aku Ikhlas, dan aku merelakanmu sudah
memang cinta yang paling sejati hakikatnya adalah melupakan dan melepaskan.
semua tentangmu, tentang kebersamaan yang lalu, sudah menjadi bagian dari kenangan yang wajib tertinggal
yang lebih tak terduga ...
Hidup ini sempit, dan menerima kemungkinan-kemungkinan yang janggal adalah hal yang biasa.
Siapa tahu kita dapat bertemu di kemungkinan itu setelah masing-masing kita memang sudah benar-benar saling menginginkan pergi.
 Selamat berpisah bagimu, dan bagi pengalaman masa mudaku bersamamu.



kututup dengan sebait diksi perpisahan yang elegi

Untukmu :
Pada akhirnya tak ada yang tertinggal, tak juga sejarah yang sengaja kusisihkan
sebab daun-daun dan ranting-ranting kering telah melunakkan kasih dan mengantarkan luka yang tersimpan lama

Sengaja,
Sudah kubuang habis jejak kasih yang mungkin awalnya kubiarkan tersimpan
Namun ternyata, membusuk dan tak kunjung kering jiwa yang basah oleh luka
Menghujamkan seribu pisau pada satu jiwa
Dan tibalah masa untuk menusuk dan membunuhnya dengan bahagia

Ya,
kubiarkan dia mati dalam hati ini
Mungkin kalbu haus akan janji-janji yang diutarakannya
jadilah sebuah periodesasi kehilangan

Dan untuknya,
Puas jiwa ini membunuhmu
Membunuh hati dan harapmu
Walaupun itu tandanya sama saja
Mengamputasi rasa yang lahir dan besar sekian lama


Komentar

Postingan Populer