Menjadi Santri SMA #2

Assalammualaikum sahabat  Nanda History, lama tidak menyapa kalian dengan kata-kata yang tersusun rapi, menjadi bait indah tak terperi. Namun kali ini, Nanda nggak akan mempublish tentang sajak, atau diksi-diksi yang galau sepanjang hari, melainkan Nanda ingin berbagi kisah putih abu-abu Nanda di asrama. Disini Nanda mau melanjutkan cerita Nanda di postingan 'Menjadi Santri SMA' sebelumnya.
kalau begitu, langsung aja ya,...
Nanda bakal bagi-bagi beberapa gambar kegiatan Nanda selama di asrama
  (Foto saya dan teman-teman di depan gedung utama Pesantren kami, Muhammadiyah Boarding School Pleret).

Muhammadiyah Boarding School Pleret merupakan Pondok Pesantren Modern yang terletak di Kompleks Masjid Taqorrub kanggotan, Kanggotan, Pleret, Bantul DI. Yogyakarta. Direkturnya bernama Ustad kamiludin, SPd.I . Biasa kami panggil dengan sebutan Ustad Kamiludin. Menurut Nanda, Ustad Kamil merupakan direktur yang sangat merakyat. Beliau bahkan rela terjun ke kelas-kelas untuk mengajar. Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi yang besar bagi Santri-Santrinya yang berprestasi, terkadang beliau dengan ikhlas dan rendah hati, siap-sedia mengantarkan kami, santri-santrinya untuk terjun ke medan kompetisi. Beliau memiliki keikhlasan hati yang tidak tertandingi di MBS Pleret. Semua Ia korbankan untuk kemajuan MBS Pleret dan keberhasilan Snatri-santrinya. Semboyannya adalah 'MBS Pleret maju di Bumi, jaya di Langit'. Atap-atap langit seakan sesak oleh do'a-do'anya yang perkasa. do'a-do'a yang tak pernah sama sekali berhenti Ia panjatkan. Sosok Ayah idaman keluarga. ditengah-tengah kesibukannya sebagai Direktur sekaligus Pengusaha, beliau selalu mempriritaskan keluarganya. Tak jarang keluarganya diajak untuk menemani perjuangannya membesarkan Pesantren kami tercinta. Istrinyapun setia mendampingi tugas dan amanah Ustad Kamil. maka dari itu keduanya menjadi pasangan favorit Nanda di Pesantren.
                            (ustad Kamiludin, SPd.I Direktur Muhammadiyah Boarding School Pleret)

Dulunya Muhammadiyah Boarding School Pleret Bantul, merupakan Pondok Pesantren biasa yang hingga pada akhirnya dikembangkan menjadi Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah. Mulai dari yang santrinya hanya bisa dihitung jari, saat ini sudah mencapai ratusan. Bagi Nanda masalah kuantitas itu tidak perlu menjadi sesuatu yang harus dipermasalahkan dengan berat hati. Berapapun santrinya yang terpenting adalah kualitasnya. Dan Alhamdulillah, MBS Pleretpun dapat membuktikan bawasannya, MBS Pleret memang dapat unggul dan bersaing dengan Pondok Pesantren Modern di seluruh Indonesia, juga dapat bersaing dengan Sekolah-sekolah baik Negri maupun swasta diseluruh Indonesia. Itu semua tidak lepas dari hati ikhlas dan do'a-do'a tulus yang dipanjatkan seluruh Ustad/ah dan seluruh santri Muhammadiyah Boarding School Pleret. Ustad/ah sendiri merupakan kunci keberhasilan dibalik kesuksesan yang diterima santri-santri MBS Pleret saat ini. kesabaran mereka untuk menghantarkan ilmu-ilmunya sampai kepada kami, merupakan sesuatu yang tidak mdah. Terkadang kami para santri, karena terlalu lelah dengan kegiatan asrama yang full seharian dan semalaman, menjadi lelash ketika pelajaran dan memilih tidur dikelas. Dan Ustad/ah yang mengajar selalu memaklumi kami. membangunkan kami dengan sabar, meminta kami membasha wajah kami dnegan air wudhu dan memperbolehkan kami mengikuti kegiatan belajar-mengajar seperti semula.


(segenap Ustad/ah, guru hebat, yang ilmunya tidak bisa digantikan dengan mahalnya berlian dan permata)


Nanda sendiri merupakan generasi awal dari terbentuknya Muhammadiyah Boarding School Pleret. Ketika Muhammadiyah Boarding School Pleret resmi dilaunching menjadi Pondok Pesantren Modern yang berkemajuan, langsung deh Nanda jatuh hati dan memantapkan diri untuk langsung memilih Muhammadiyah Boarding School menjadi dermaga ilmu Nanda. dan ternyata pilihan Nanda benar. Ayah sangat mensetujui keinginan Nanda untuk menjadi seorang santriwati. Nanda resmi menyandang gelar santriwati sejak tahun 2014 silam hingga saat ini. terhitung sudah 4 tahun Nanda bersama MBS Pleret, berada ditengah-tengah MBS Pleret dan orang-orang di dalamnya. walaupun terkadang godaan naik-turun selalu menghampiri, tapi Nanda tetap meneguhkan hati untuk melanjutkan perjalanan Nanda dan menghabiskan masa muda Nanda di tempat ini.
Untuk membalas jasa kepada MBS, Nanda sudah menyumbangkan 16 piala dan satu medali, dari berbagai tingkat Kabupaten hingga Nasional dengan berbagai cabang lomba yang berbeda. Mungkin Nanda akan share beberapa, foto-foto kejuaraan Nanda saat sudah SMA aja ya, waktu masih SMP mukanya masih ucul-ucul gitu hehehe...
(Foto Nanda ketika mendapatkan medali Perunggu tingkat Nasional, lomba OlimpcAD cabang News Reading. Ini medali pertama Nanda lho, seneng banget rasanya bisa dapet ini.)
(Foto Nanda pertama kali menang Essay, Juara 1 Essay Kebangsaan tingkat SMA/SMK/MA Se-DIY dan Jateng. Terimakasih kepada Ustad Irham, karena ini murni bimbingan beliau.)
(Foto Nanda dan team, ketika menang kejuaraan Debat tingkat SMA. udah tahu kan, Nanda pasti yang ditengah dan posisinya yang paling imut. Do'anya ya, Tim Debat SMA akan maju tingkat Nasional nih, semoga berhasil.)
`
(Foto Nanda saat menyerahkan bukunya kepada ustad Kamiludin, saat launching bukunya yang berjudul 'Meniti Jejak di Permukaan Pelangi'. Ini momment yang sangat mendebarkan bagi Nanda, karena diusia Nanda yang ke-16 tahun, Nanda sudah bisa menghasilkan sebuah karya yang bisa dinikmati berbagai kalangan. Terimakasih kepada seluruh team penerbit, Ayah, Ibu, Keluarga, Ustad/ah dan teman-teman semua yang berkenan memeriahkan acara membahagiakan ini.)

sebenarnya masih ada banyak lagi, tapi bakalan Nanda share besok-besok lagi yaaa...

Bagi Nanda, MBS Pleret adalah tempat naung terbaik yang pernah Nanda temukan. Dan Nanda ini orangnya memang sangat aktiv dan suka bicara, jadi kadangan nggak tahu pembicaraannya melantur kemana-mana tu nggak kerasa. Nanti kalau udah kelewat baru kerasa, kadangan suka salah bicara atau salah bersikap. Nanda sering kok diingatkan Ustad/ah untuk lebih beradab. Jadi disini, Nanda mau minta maaf kepada seluruh Ustad/ah yang membaca ini, kalau Nanda suka kurang beradab, Nanda masih belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. tentunya dengan bantuan dan do'a dari seluruh Ustad\ah semuanya.
Jadi kita sebagai penuntut ilmu tidak hanya belajar tentang keilmuan saja, melainkan kita juga harus belajar etika dan adab yang benar. Karena, sekali guru-guru kita tidak ridho dengan keilmuwannya, maka itu akan berdampak dengan kesulitan belajar yang kita rasakan. maka dari itu kalau kita sulit menerima ilmu, mari kita lihat hati kita, mari kita luruskan niat kita, dan membenarkan adab kita, bisa jadi ada yang salah diantara ketiganya.

Di tingkat SMA MBS Pleret, Nanda di daulat sebagai Ketua Organisasi. Rasanya MashaAllah, banget. Bisa menjadi pemimpin dan suaranya yang didengarkan teman-teman. Walaupun itu tandanya amanah, yang harus Nanda emban juga besar. Nanda mengeluarkan sebuah peraturan, Nanda juga tidak boleh untuk melanggarnya. Itu sebabnya Nanda berusaha banget untuk konsisten dengan apa yang Nanda sampaikan.
(Foto ini adalah foto kebahagiaan Nanda dan teman-teman setelah resmi dilantik, menjadi anggota Organisasi IKSAN 'Ikatan Santri SMA'. Baru dilantik sebagai bagian sebuah organisasi aja senengnya nggak ketulungan ya, gimana dilantik jadi presiden hehehe...)
(Ini adalah foto dengan ketidaksiapan yang hqq wkwkwk)

IKSAN sendiri sudah berhasil mengadakan event-event besar yang sangat kami kenang sebagai sebuah perjuangan. Mulai dari event tingkat sekolah yang sasarannya masyrakat, pemuda, santriwan dan santriwati dan lain-lain. Event akbar yang pernah IKSAN lakukan tidak hanya untuk wilayah Bantul dan sekitarnya, karena letak Pesantren kami di Kabupaten Bantul, melainkan IKSAN juga pernah mengadakan Event Akbar se-Provinsi DIY. Itu perjuangan yang bagi IKSAN merupakan kebangaan tersendiri. Usaha pencarian dana sampai sering nggak masuk kelas, habis itu beli keperluan, persiapan, rapat, pelaksanaan acara, pesan ini, pesan itu, semuanya menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakan bagi Nanda dan teman-teman. 
Nanda juga akan membagikan momment kebersamaan IKSAN saat pelaksanaan beberapa acara...
(Poster TRY OUT AKBAR yang IKSAN selenggarakan.)
Acara ini bagi kami sangat sukses. Dana yang kami cari dan kami kumpulkan lebih dari cukup untuk program acara, bahkan sisa banyaaaaakkkkk banget, sehingga IKSAN jadi kaya dengan adanya dana sisa dari acara TRY OUT Akbar tersebut, hingga bisa kami manfaatkan untuk agenda-agenda selanjutnya.
(Foto ini adalah foto, no candid yang paling serius saat berlangsungnya rapat IKSAN untuk pembahasan acara Try Out AKBAR)
(Muka-muka spaneng Sekretaris dan Bendahara yang ada di kanan-kiri saya, dan muka konyol saya, saat menanggapi pertanyaan per-sie acara.)


(Ini Ajeng, teman saya dari Lampung, dia sedang menjelaskan tata letak panggung yang akan kami pasang saat acara. Serius banget kan...hehehe.)
(Kalau dibuat Meme IKSAN, captionnya adalah 'capek rapat, makan aja gimana? wkwkwk)
("Nanda aku masih belum paham, ini maksudnya gimana?!" temen saya Friska dari Bandung, saat menanyakan job-desc yang belum Ia pahami wkwkwk semangat banget sih Fris...)
("Ndandul, foto dulu yukk sebelum acara dimulai" temenku Ade dari Sragen, temen mainku ini wkwk)
(Group beat box MBS Pleret dong, kecenya jangan ditanya....)
(sebagai Ketua Organisasi yang merakyat, saya memilih menjelaskan teknis acara kepada peserta seorang diri, karena saya merasa bertanggung jawab atas keberhasilan acara ini.)
(Kita Open banyak stand lho, fashion stand, food stand, book stand and donation stand. Seru pokoknya.)
(ini yang paling mengejutkan, penampilan dari adik-adikku, tari saman khas MBS Pleret yang diampu oleh Kakak Ridho, ucul banget mereka.)
(Ketika acara benar-benar sudah selesai, kita panitia, nggak sempet sama sekali untuk foto panitia. jadi cuma sempet foto sama mereka berdua, partner in crime ku di Organisasi, Sekretaris dan Bendahara yang hebat banget.)

Selain acara Try Out Akbar kami juga memiliki acara yang sasarannya anak-anak panti. Tidak selang lama setelah acara TRY OUT Akbar berlangsung, saya dan teman-teman langsung kunjungan panti untuk menghibur adek-adek sekalian. berbagi kebahagiaan. bergembira bersama. tidak lupa sebagai ajang meningkatkan keimanan kami. Sayangnya Nanda belum save foto-fotonya, lain kali bakal Nanda share saat kegiatan serupa.

Untuk sasaran Masyarakat, kami IKSAN memilih warga Bojong. warga Bojong, adalah warga sekitaran asrama kami tinggal. Warga Bjong adalah sebuatn kami untuk warga dusun Bojong yang sangat ramah dan baik hati untuk menerima kami. Banyak acara IKSAN yang kami selenggarakan bersama warga Bojong. seperti acara Pengajian Song-Song Ramadhan dari Bidang Ke-Ibadahan, dan belum lama ini acara HUT RI ke-73 yang kami lakukan bersama warga Bojong adalah kenangan tak terlupakan.
(Taukan saya yang mana? tentunya yang paling imut....)
(Full team! yeay)
(kalau disurh bicara, jadi MC, jadi apapun yang ngomong, saya emang hoby.)
(rapat akbar sebelum esok paginya acara berlangsung)
(Besok tunggu besaran sedikit, pasti udah sadar kamera wkwkwk)

Dan saat ini IKSAN sedang open Book Donation nih. Kita punya program untuk menggerakkan budaya literasi. dan karena itu, kita sedang gencar-gencarnya mencari Open Donation untuk mau memberikan bukunya kepada kami. kami berencana ingin membuka mini library disetiap sudut asrama kami, agar hari-hari kami penuhd engan warna-warna buku, dna bau buku yang khas. yang paling penting adalah hari-hari kami bermanfaat dengan buku.

(Bagi kalian yang ingin membantu bisa langsung hubungi kami kok, ayo-ayo, buku kalian akan menajdi amal jariyah kalian.)
Nah itu dia,sedikit tentang IKSAN. Setelah itu, Nanda akan menceritakan kisah-kisah seru di asrama. tentang Solidaritas tanpa batas yang kami bangun. 
dengan segala keterbatasan yang ada, komunikasi menjadi kunci utama persahabatan kami. Kami tidak pernah terbagi-bagi menjadi kubu-kubu layaknya anak SMA lainnya. kami satu, kecuali kalau sedang di kelas, karena kelasnya ada kelas IPA dan IPS. semua dari berbagai macam daerah berkumpul menjadi satu. ditempat kecil, atap asrama kami. menyatukan perbedaan pemikiran untuk satu visi-misi yang sama. menyampingkan ego kami, agar kami bisa sampai pada satu kesepakatan yang sama. Dan dari situlah melahirkan sebuah rasa persahabatan yang tidak pernah lekang oleh waktu.
sedikit tentang kami, pertama yang luar biasa Istimewa.
terimakasih, kalian adalah orang-orang yang dikirimkan Tuhan untuk membersamai kehidupanku agar lebih bermanfaat. Jiwa ini bahkan tak mengerti, tak tahu harus mengambil langkah seperti apa dan bagaimana untuk membalas kesucian hati kalian dalam persahabatan ini. kalian adalah orang-orang hebat, orang-orang yang tulus ikhlas, menemani hari-hariku, mendengarkan keluh kesahku, dan banyak tentang diriku yang tidak diketahui banyak orang.
kalian menjadi penopang saat raga ini benar-benar lelah. Dengan penuh cinta yang nyata, tanpa harus berpura-pura. Kadang, diri ini yang kurang bersyukur dengan segala kebaikan Tuhan atas pertemuan dengan kalian. Hati ini mungkin terlalu hitam untuk banyak mengerti betapa kalian begitu berarti.
kalian senantiasa menjadi seseorang yang siap sedia untuk melindungiku setiap waktu. padahal hati ini terlalu sering terluka dan aku tidak memikirkan perasaan kalian bahwasannya kalianpun merasakan hal yang sama. linangan air mata, yang secara sengaja kami tumpahkan bersama-sama menjadi saksi bisu, bahwasannya kamipun tak pernah bisa membohongi rasa, kalau persahabatan ini memberikan efek dahsyat tak terkira. Mungkin waktu akan terus berlalu, meninggalkan kenangan kita pada jejak yang lalu, namun tidak dengan persahabatan kita, semuanya terabadikan dengan indah tak tersisa.
sesulit apapun hidup, kita mampu melewatinya secara bersama-sama. saling mengeratkan pelukan, berjabat dengan erat, menautkan mimpi, melanjutkan tujuan dan keinginan. di tempat naung ini, kalian banyak mengajariku tentang makna pengabdian yang sesungguhnya. yang kuyakini, tak akan kutemui di banyak tempat sebelumnya. hanya bersama kalian, dengan kalian, dan ditempat ini sahaja. awal kutemui bahwasannya ada suatu keberanian untuk meninggalkan dan menemukan dalam sebuah kehidupan.
ya, kita sama-sama tahu, bahwasannya cepat atau lambat perpisahan waktu akan cepat bertemu. tapi kisah ini, akan kukenang selalu, kelak akan menjadi cerita menarik pada generasiku, dan mungkin bagi generasi kalian.
malam semakin kelabu, dan tidur lelap kalian menjadi penutup malamku.
pagi cepat menyapa, dan senyum manis kalian menjadi pelengkap hariku.
bila ada yang tumbang dibelakang, tangan kita panjang mengulurkan. bila ada yang lelah diperjalanan, raga kita sama-sama kuat menopang. itulah persahabatan.
Pendakian ini mengajarkan, bahwasannya tidak ada yang pantas ditinggalkan dibelakang.
Terimakasih teman-teman, hidupku sebagai seorang santri itu asyik.

jangan takut untuk masuk pesantren, yakinlah ada kehidupan menarik yang harus kalian coba didalamnya. ada ketulusan hati yang harus kalian lihat di dalam riuhnya, dan ada keikhlasan jiwa para pengabdi, yang harus kalian rasakan dalam tenangnya.


Menjadi Santri SMA itu membahagiakan...
Salam November yang Mewangi.
























Komentar

Postingan Populer