Surat Rindu

Biarkan Ia menjadi urusanku. Menggangguku dalam setiap waktu. Merenggut hari-hariku untuk selalu mengingatmu. Menajamkan perasaanku yang tak mungkin mengenal kata tumpul.
Rinduku bergemeletuk mengalun kedalam kalbu. Menusuk-nusuk jantung agar terus berdegup kencang. Menggerakan tanganku menulis kata-kata malu-malu. Disebrang perasaan membanjiri ingatan aneka kejadian.
Kayu dapat menjelma kamu. Buku berhias rupamu. Air mengeluarkan seringai senyummu. Seakan-akan tidak ada jarak untuk mengingatmu. Hanya saja dalam sujudku, janganlah kamu hadir untuk mengganggu. Datanglah saat tanganku sedang menengadah dan kusebut namamu saat itu dalam do'aku.
Rinduku ini tak kan pernah tersampaikan. Meskipun kusampaikan dengan cara yang sangat indah. Pada rimisnya hujan, pada terbitnya fajar, pada sinarnya jingga, dan yang paling indah pada do'a di sepertiga-Nya.
Rinduku tersimpan dalam-dalam. Bahkan jangan ada satupun yang datang mengusikku. Jangan ada rindu setelah-setelahnya. Cukup untukmu saja.
Untukmu yang kurindukan. Tuhan memiliki takdir langit yang indah untuk berkuasa agar kamupun merasakannya.
Biarkan rindu ini aku yang rasa. Karena kamu akan mengerti atas ketidaktahuanku, dan Kuasa yang akan menyampaikannya entah dengan cara apa.
Kutunggu surat rindu darimu.
Surat yang menceritakan kerinduanmu tentang ketidaktahuanku bahwa kita sedang menanggung rindu yang sama.

Harum Wangi Hujan

Bergelayut mendung diwajahmu
mencoba mengungkap badai yang tersembunyi
tak henti kau risaukan angin
yang tega menghembuskan awan hitam
hingga mengendap lara
mengental menjadi duka
siap kau tumpahkan bersama amarah

Wahai langit hati
sudikah sejenak kau hirup
harum wangi hujan
senja itu
sejukkah ia?

Apakah hembusan dingin itu
tak mampu meredam api kesedihanmu?

Apakah riuh nyanyian gembira
dari air yang melepas rindu dengan bumi
tak melarutkan sakit yang kau derita

Lalu
Masihkah mampu
Berlapis senyum pelangi warna-warni itu
Menghiburmu?

Lupakah wahai langit hati
Bagaimana Tangan-Nya
Menerbitkan suka cita
setelah badai luka lara
dengan cara yang tak terbaca alam semesta

Lupakah engkau
wahai langit hati
Bagaimana Cahaya-Nya
meninggikan engkau
sehingga setiap mata menengadah takjub
menanti harap padamu

Sudikah engkau
sejenak saja
menghirup wangi hujan
senja itu

Izinkanlah
titik-titik air itu masuk
dan bercengkrama dalam ruang hatimu

Dengarlah
Ia bercerita tentang kisah rindu
yang digariskan
dari aliran sungai kecil dihutan
terbang bersama angin menuju langit
lalu bertemu dan memeluk rerumputan dipadang gersang

Dengarkanlah
Wahai langit hati

Hiruplah wangi hujan itu
agar menghibur hatimu
biarkan sejuk itu merasuk
mengikis kesedihan

Agar muncul lagi langit cerah diwajahmu
dan senyuman pelangi
yang tela sabar menantimu
menghapus badai itu

Harum Wangi Hujan 

Komentar

Postingan Populer