Menanti Jeda

Aku Ingin...

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu pada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana 

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

~ Sapardi Djoko Damono

 Baiklah sebelumnya izinkan aku menyapamu dalam diamku. Bagaikan bait puisi yang telah kusampaikan, aku ingin menyampaikannya dengan sederhana. Tidak perlu berlama-lama.
Bagaimana mendeskripsikannya, seperti tenang tapi sesak juga kuat tapi lapang.
Aku hanya sedang menikmati jeda. Anggaplah sekarang kita seakan orang yang tidak pernah saling mengenal. Tidak pernah berbagi cerita. Tidak pernah mengukir kenangan yang luar biasa. Tapi dalam bait do'a dan harapan jangan tanya berapa banyak namamu kusebut sebagai orang yang amat sangat kukenal.
Separuh aku terjebak dalam penjara penantian. Separuh fikiranku dicuri oleh ingatan-ingatan.
Yang ingin kujelaskan adalah terkadang sesuatu bisa mencapi klimaksnya, terbatas pada rasa bahagia dan kenangan yang indah. Tidak lebih dari itu. Dan semuanya sudah mencapai titik yang memang harus disudahi. Disudahi untuk beberapa jeda waktu kedepan. Percayalah, ada sesuatu baik yang sedang dipersiapkan. Kisah Tuhan yang terbaik.
Perlu kamu ketahui, namamu adalah bunyi paling sunyi dan tawa paling lara.
Begitu banyak kata-kata yang terpikirkan, namun begitu sedikit yang tersampaikan. Cukuplah, aku menabahka diriku sendiri, menyiapkan yang terbaik untuk, dan menerka-nerka hari pertemuan yang sempurna.
Setiap malam kutuliskan sajak-sajakku yang entah siapa pembaca yang paling tepat. Karena setiap tulisan pasti memiliki pembaca yang semestinya. Biarkan sajak-sajakku, cukup kutulis dan tidak akan lagi kualamatkan pada siapa. Belum tentu yang kutuju memahami apa yang kumaksud.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...
Sesederhana kayu yang sanggup menjadi abu.
Dalam konteks ini, yang kumaksud,
sesederhana kehadiranku dan semua tentang diriku yang bersiap untuk dilupakan. Sepandai-pandainya kamu mengatakan tiada yang lupa dan melupakan, aku tetap percaya bahwa dilupakan adalah sebuah keniscayaan.
Tidak ada yang kupegang kecuali janjimu, tiada yang kutunggu kecuali kesungguhanmu. Setelahnya biarlah semua mengalir apa adanya.
Ada baiknya justru kita menikmati jeda untuk lebih baik lagi kedepannya.
Aku ingin...

Komentar

  1. Lantunan syair-syair puisi nya memang menyentuh hati dan menyadarkan kita tentang apa itu cinta

    BalasHapus
    Balasan
    1. cinta hakikatnya adalah dilupakan atau melupakan, perihal memiliki adalah sebuah selingan kebahagiaan yang dititipkan Tuhan

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer