Part II



Part II




Tampaknya senyuman ini mudah saja keluar dengan tulusnya. Namun jangan salah, senyuman ini bahkan harus dibayar dengan kesedihan yang mahal harganya.
Saya juga bisa kecewa, saya juga bisa kacau, saya juga bisa lelah. Saya juga bisa sedih. Saya juga sedang berusah untuk terus menerus bersabar. Saya yang selalu dipenuhi oleh rasa sesak dan tanda tanya. Bagaimana ? Apakah kita sedang berada pada FLOAT (keterapungan) yang sama? Saya yang setiap hari harus melakukan hal-hal yang konyol. Saya setiap saat harus dipenuhi oleh rasa khawatir. Saya yang harus memulai perlahan-lahan namun ternyata tak kunjung sampai.
Bahkan saat separah ini saya tak mudah untuk mengeluarkan kata Terserah. Karena saya tahu semuanya membutuhkan awal yang tak mudah untuk akhir yang indah. 
Lebih parahnya, keadaan saya saat ini adalah saya yang tidak dapat berkreasi. Hanya sekedar berimajinasi. Saya yang terjebak dalam lingkaran ilusi. Saya yang terjerembab kedalam lorong entah berantah. Saya yang tenggelam dalam sajak kepedihan.
 Dan kita...
Kita adalah akar yang tak dapat mengakar. Kita adalah satu garis yang tak dapat bertemu dalam satu titik. Meskipun sejauh mana kita terkait. Kita yang terjebak dalam lorong ilusi masing-masing.
 Yang saya yakini, kita adalah ketidak mungkinan.
Meskipun itu, sesuai janji saya, tetap saya tuliskan meski butir bening ini tak kunjung henti.
Dan saat ini, saya ingin tertawa, menertawakan diriku sendiri.
~NOVIA
 Kesalku dalam diam,
Umpatku dalam diam,
Kecewaku dalam diam,
Geramku dalam diam,
Hanya itu yang dapat kulakukan. Karena aku tahu, aku hanyalah seseorang yang berbeda dari yang lainnya. Aku hanya bingung bagaimana akan memulainya. Meskipun dalam bosanku banyak yang ingin kuutarakan. Namun lagi-lagi hanya diam yang dapat kulakukan. Jangan tanya, yang menahan sesak dalam kondisi seperti ini tidak hanya kamu, aku mengakuinya, akupun mulai tidak nyaman. Dan kurasa kamupun mulai sadar. Aku tahu kamu punya cara yang berbeda untuk meluapkannya, sedangkan aku hanya dapat diam, dan mengeluarkan kata tak peduli untuk itu. Kita memang sedang dalam keterapungan yang sama. Aku tidak mengerti bagaimana keluar dari keadaan seperti ini. Kita bukan saja tidak mungkin, hanya saja kita tidak mengerti bagaimana caranya menjadi mungkin. Karena aku dan kamu berbeda. Terlampau berbeda. Dan aku sudah cukup mengalah untuk memahami semuanya. Meski pada akhirnya masa-masa seperti ini tetap akan terjadi. Semoga lekas baik-baik saja.
Tetap tanamkan pesanku agar tak keliru. Walau saat ini kita memang sedang keliru.
~HIYYAT

Katakan saja apa yang ingin kau katakan saat ini. Karena aku tahu pada akhirnya kau akan tetap melupakan dan menyimpanku dalam kenangan masalalu. Aku menerimanya. Seindah apa masa silam itu. Namun hasil akhirnya aku tak dapat menahanmu untuk itu. Aku menerimanya. Dan aku akan tetap menerima kata Tanpa  yang kau ajukan. Meski bersusah payah aku menekannya. Sesakit apa yang aku rasakan. Aku menghujamnya.
Kini aku harus berdiri ditepian hati, bimbang untuk memilih. Dalam batin ini bergetar saat aku dulu membuatmu menangis,membuatmu bersedih dan semua hal yang membuatmu kecewa. Aku adalah masalalumu yang dulu sempat membahagiakan juga mengecwakanmu. Saat ini yang dapat kulakukan adalah merelakan kau pergi bersama seseorang yang ingin kau ajarkan apa itu peduli. Sedangkan aku yang memahaminya seorang diri.
~DHAMAR
 
Aku berharap, kamu kalimat terakhir yang akan menutup semua lembarku. Dan, aku akan memulai dari awal lagi semua yang baru. 
Semuanya baru.
 Bersama orang yang baru dan kenangan yang baru.
~MAHAR

Memang ini pilihan yang terbaik. Meski dulu kita pernah berikrar yang sama, namun nyatanya kita tidak dapat mewujudkannya sama-sama. Aku memilih orang lain, dan kamu menerimanya. Aku sungguh berterimakasih atas ketersidaanmu. Semoga kita dapat tetap baik-baik saja, dan tidak saling melupakan. Dan selamat, kamu mendapatkan orang yang lebih pantas, dan lebih baik lagi.
~SYARIF

Jangan menyerah. Pertahankan. Percayalah. Untuk apa semua ini jika tidak ada perjuangan. Jangan hanya diam. Katakan apa yang jadi kehendakmu. Aku pernah merasakannya bagaimana semua yang kuingnkan hanya sebatas angan karena aku hanya diam. 
Ingat, sekuat-kuatnya pendirian seseorang...
Hal yang tak mampu dilawannya adalah hatinya...
~ALLIFATU
Aku adalah orang yang berdiri dengan ambisi yang tinggi.
Aku tegak dengan keuatan tak ingin kalah yang sebenarnya. 
Aku sungguh tak ingin dipandang lemah.
Namun, entah kenapa tentang rasa itu, aku percaya itu naluriah...
Dan aku baru pertama kali merasakannya.
~BANA

Aku hanya seseorang yang memberikan kepercayaan yang luar biasa pada jarak yang cukup jauh. Aku tetap bertahan pada semua kemungkinan yang kelak akan terjadi. Kita adalah ketergantungan yang ingin aku buang. Aku takut tidak dapat bersabar. Begitu pula dengan kamu. Semoga waktu tetap baik-baik saja pada kita.
~HASMA

Baiklah, berakhir sampai disini saja. Berakhir sudah segala rasa yang selama ini tumbuh dan berkembang meski aku tahu itu sudah kandas. Aku tak akan lebih dari meminta kecuali kata lupa, ikhlas dan kuat.

~DIYANTI

Silahkan kalian uji seberapa tangguh dia bertahan. Kuizinkan meski sakit ini tak tertahankan. Karena itu akan menunjukkan sejujurnya tentang dia yang tak ku ketahui. 
Silahkan kalian coba untuk menggoyahkannya. Kuizinkan, karena dengan itu akhirnya aku mengerti seberapa lama kita akan kuat. 
Silahkan...
~PUTRI

Ini adalah awalku untuk bangkit. Akan kubuktikan aku yang dikatakan tidak mampu ini dapat menjadi yang terdepan dengan hasil yang memuaskan. Aku memang lebih sering terlihat sebelah mata, tapi sekarang aku berani mengatakan. Tutuplah mata kalian, jangan hanya sebelah. Karena walau dalam kegelapan, aku punyatekad untuk aku bersinar. Jadi jagan ragukan. Aku yang dapat tetap baik meski dengan masalalu yang buruk.

~HENDRI
  
Tinggalkan...
Walaupun semanis apapun kata-kata tersusun, bila waktu dan sudah memainkan tabirnya, tidak ada kata tidak mungkin untuk kata berbeda  dan lupa. Jangan terus bermimpi untuk langit yang tinggi hingga lupa seperti apa bumi.
~EL-VIRA
 
 

Komentar

Postingan Populer