Ku tuliskan

Ku tuliskan...
Kata-kata sepi
Ku tuliskan tak henti-henti
walau tak berarti
(Kala burung pergi mencari matahari)

Ku tuliskan lagi
Kenangan-kenangan mati
Hingga bagai api
Membara dalam mimpi
(Kala daun gugur dan dahan tertidur)

Ku tuliskan lagi
Harapan-harapan abadi
hingga bagai duri
Melindungi sekeping hati
(Kala angin lirih menghibur alam sedih)
 ***
Apa yang akan lagi terangkai
Ini semua berisi untaian sajak namun tak berisi
Sepi dalam urutan
Kosong tak berteman
Meski tak henti-henti
Meski susul menyusul tak peduli
Setelah apapun tetap kutuliskan
Hingga pada masanya burung pergi mencari matahari
Berkelana dalam hari-hari
Mencari apa yang ingin dicari

Lagi, sungguh kutuliskan lagi
Meski mata ini sayup-sayup lalu terbuka kembali
Tetap kutuliskan
Meski diluar sana api sedang menjilat-jilat
berusaha membakar apa yang ditemuinya
Namun tidak untuk tulisan ini
Tulisan ini terkenang abadi
Tetap sama tiada beda
Hingga alam mimpi datang menyapa
Selalu kutuliskan dalam berbagai keadaan
Meski si daun mulai gugur dan dahan tertidur
Tulisan ini tidak berhenti

Bagaimanapun,
Masih kutuliskan harapan-harapan indah dimasa mendatang
Meski tidak lagi mengenal siapa dan siapa
Berjalan searah namun berbeda tujuan
Tetap tersemat harapan-harapan hebat
Ia tidak tercekat pada keadaan
Harapan-harapan harus terus berjalan
Meski tidak lagi mengenal
Ia menjadi pelindung duri
Melindungi sekeping hati

Hati yang tetap terjaga
Tetap baik-baik saja
 Meski dengan duri untuk pelindungnya
Namun hati tetap selembut peri
Berharap dapat selalu terbang kesana kemari
Tetap kutuliskan...
Berbagai macam cerita
Dalam sebuah rangkaian
Tidak takut untuk kehabisan
Karena angin lirih dan hujan rintik datang membawa kisahnya

Kepada semua orang yang terabadikan dan terkenang
Baik dalam bilik indah maupun luka
Disaat suka maupun duka
Tidak ada yang terlupakan
Semuanya tetap indah terjaga
Meski terkadang sakit juga terus untuk berjalan
Namun Ia juga tidak berhak untuk dilupakan
Melainkan sebagai pelajaran

Terimakasih bagi kalian yang sudah berkenan datang
Berkenalan dalam jangka waktu yang sederhana
Karena gergaji kehidupan memberikan alakadarnya
Dengan tulisan-tulisan
Dengan cerita-cerita
Kalian, akan tetap terabadikan dan terkenang
Tidak takut untuk lupa
Karena tulisan-tulisan ini selalu mengingatkan

Maaf jika dalam pertemuan ini sungguh tidak ada yang istimewa
Cenderung luka
Sedikit suka
Banyak menangis daripada tertawa
Namun pada nyatanya kebahagiaan kecil selalu datang menyapa
Selalu ada meski cukup dan sangat sederhana
Kebahagiaan yang selalu beralasan

Sampai bertemu pada cerita-cerita selanjutnya
Di lembar-lembar berikutnya
Masih banyak yang hendak dituliskan
Kehidupan masih terus berlanjut dan akan terus disikapi


Ananda Novia P

Komentar

Postingan Populer