Part I

Aku sungguh tidak dapat memberimu kejelasan yang semestinya, bahkan aku cenderung mengacuhkanmu dan meninggalkanmu dengan rentang waktu yang lama .

Namun aku selalu tahu dimana aku berpulang dan aku selalu mengerti cara untuk bertanggung jawab, salah satunya untuk menepati janji.

Jika aku datang dengan kepastian, aku sama sekali tidak memaksa, karena penantianmu selama ini tidak mudah. Aku memang menemukan potongan janji yang terlupakan itu, janji itu mungkin hilang karena terlalu lama tersimpan. 

Aku paham,

Aku kembali menguak luka lama. Namun aku juga kembali membawa kebahagiaan baru. Aku datang bersama janjiku. Aku membawanya menjemput kepastian.

Walaupun aku tahu janjiku telah usang...

~Dhamar P.

Menunggumu bertahun-tahun lagi aku sanggup. Menjaga janjiku seberapa lama lagi aku mampu. Menahan semuanya sendirian aku tahan. Karena sedari awal aku yang memilihnya. 

Aku tidak terpaksa.

Namun, jangan tanya.

Aku mampu menunggu, sanggup menjaga, tahan menahan, namun aku tidak akan lagi mudah untuk percaya. 

Sejauh ini segala alasan aku sanggup dan, mampu dan tahan karena aku percaya. 

Dan kepercayaannku selama ini menguap hilang. Jadi dapat kamu simpulkan. Jika aku kehilangan alasan atas semua alasan meskipun kamu datang dengan kepastian, aku tidak menjamin aku dapat mampu, sanggup, dan tahan, meski aku mengerti seberapa berharga janji usang itu.

~ Novia Pramustina.

Ya, aku hanya terlalu sering menelan kepingan rasa pahit ketika menahan segala rasa,

karena, aku terlalu sering membayangkan rasa manis setelah menunggu. Namun yang kudapatkan adalah sebuah perbedaan. Perbedaan antara kita setelah belasan tahun. Harusnya aku tahu dan aku sadar bahwa setiap masa tidak akan sama. 

Berbahagialah, aku turut mengikutinya...

~ Guntur.

Saya merasakannya dalam diam,

Saya menanggapinya dalam diam,

Saya menyesali dalam diam,

Saya kecewa dalam diam,

Namun setelah mengenalnya, dan belajar darinya untuk paham,

Bahkan saya tidak dapat meninggalkannya dalam diam...

~ Hiyyat.

Kakiku juga kakimu

Tanganku juga tanganmu

Senyumku juga senyummu

Bahagiaku juga bahagiamu

Sedihku juga sedihmu

Aku sungguh tidak akan keberatan jika harus mendorong kursi rodamu, bahkan untuk terbang ke udara, sampai mungkin kakiku juga ikut pata.

Asalkan ada kesempatan bagi kita untuk tetap bersama.

~ Mahar.

Terimakasih karena tidak malu

Sungguh terimakasih karena mau menerimaku setelah kecelakaan itu

Ketahuilah, mungkin ragaku tidak lagi utuh.

Tidak dapat lagi mengajakmu untuk bersandingan

Namun syukurku bersamamu bahkan melengkapi segala keterbatasanku 

Membuatku tidak malu apalagi takut untuk keudara karenamu...

~ Syarif.

Saat ini aku tidak sedang berbicara tentang negosiasi

Tidak juga investasi

Tidak pula tentang klasifikasi

Terlebih tentang harga diri

Aku hanya ingin mengakui,

Tentang hasil akumulasi hati ini...

~ Bana.

Sekarang aku tidak lagi mengerjakan soal deret aritmatika

Tidak berpusing masalah fisika

Atau mencari cari agar menaikkan saham perusahaan

Yang aku lakukan hanya sekedar constanta melengkapi segala beda

~ Allifatu.

Jangan ditanya berapa kali aku harus jatuh, terduduk dan bangun lagi,

 Tidak perlu tahu berapa kali aku harus tersenyum, tertawa lalu menangis lagi,

Bagaimana aku harus menata dan mengacak-acaknya lagi

Yang perlu kamu tahu, jangan rusak dan jangan hancurkanapa yang sudah aku perjuangkan 

Jadi silahkan pergi...

~ Diyanti.

Kehadiranku untuk membuka mata banyak orang. Agar berjalan dengan membuka kedua mata tidak sekedar sebelahnya. Aku tidak masalah jika banyak orang mengatakan aku tidak jelas dan sejenisnya. Aku mempunyai alasan atas cerita apa yang aku perbuat, kisah apa yang kuprakarsai. 

Jangan dikira aku tidak mengerti, 

Dengan sedikit sesak dihati kukatakan bahwa, aku mempunyai masa depan yang lebih dari indah dibalik masa laluku yang lebih dari kelam. Aku mempunyai impian yang luar biasa besar dibalik kelakuanku yang bernilai kecil.

Bagi kalian tidak ubahnya kau hanya seseorang yang kurang kerjaan menghabiskan waktu dengan percuma, namun akan kubuktikan bahwa aku mempunyai cara sendiri untuk bergerak

Saat ini aku sedang menulis kisahku...

tunggu dan lihatlah pembuktianku

~ Hendri.          

            

   

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer