Cerita

Ayah...
Malam hari ini putrimu punya cerita
Sebuah cerita entah bahagia entah mengecewakan
Sebelumnya ingin meminta maaf juga ingin mengucapkan banyak terimakasih
15 tahunku ini bahagia bersama Ayah
Dari saya kanak hingga sekarang tak lagi kanak
Dari saya merangkak hingga sekarang dapat tertawa ngakak dan tersenyum lebar
Petuah yang ayah berikan selalu menjadi petuah paling indah yang pernah saya dengar
Selalu menjadi yang paling saya utamakan
Selalu menjadi yang paling saya ingat
Saya mengerti Yah,...
Perbincangan kita malam itu sungguh benar
Hidup memang tak selalu mudah
Semuanya harus melewati proses yang sangat panjang
Amat sangat panjang
Hingga siapapun mungkin tak tahu kapan akan berakhir
Seperti apa dan bagaimana
Ayah pernah bilang...
Kita terlahir dan tumbuh dengan impian
Meski pada akhirnya, tidak semuanya menjadi nyata
Dan sayapun mengerti
Bahwa jika saya berani bermimpi itu tandanya saya harus berani bangun
Dan tahukah Ayah??
Saya sedang mencapai itu
Saya sedang mencapai impian-impian saya
Saya pupuk satu demi satu
Saya ratakan sama rata
Saya sirami sedemikian rupa
Karena saya yakin
Suatu saat nanti saya yang akan menuai benihnya
Bahagia jika melihat Ayah tersenyum bangga
Saya merasa menang
Saya merasa cukup berpuas diri
Hanya dengan melihat Ayah tersenyum senang
Juga terimakasih,
Ayah sudah mengajarkan tentang peduli
Kepedulian yang tak akan pernah habis
Hidup itu memang harus berlandaskan kepedulian
Tanpa peduli,
Bisa jadi semuanya hancur berantakan
Dengan kepedulian saya mengerti keadilan
Dengan kepedulian saya dapat memahami keadaan
Dengan kepedulian saya tidak sekedar mengizinkan hati saya berperasaan
Dengan kepedulian saya belajar banyak hal
Tidak hanya satu demi satu
Tidak sekedar setangkai demi setangkai
Namun semuanya...
Dan itu semua karena Ayah mengajari saya tentang Peduli
Tidak semua memahami peduli dengan sebenarnya
Saya senang karena saya dapat memahaminya dan menerapkannya
Bahkan menjadikannya sebagai tugas yang mulia
Tugas yang amat sangat mulia
Walaupun itu tidak mudah
Saat ini Ayah...
Putrimu bimbang dalam bertugas
Entah mengapa
Ini semuanya membuat putrimu dilema tak berkesudahan
Membuat putrimu ini terkadang harus bimbang melanjutkan langkah
saya ingin menjadi pejuang yang tidak patah
Namun Ayah...
Rupanya ini semua sungguh tidak mudah
Bahkan rasanya saya sangat ingin mnyerah
Menyerah...
Benar-benar Ayah
Semuanya sangat terasa sulit
dan saya tahu saya yang mempersulit diri saya sendiri
Saya yang selalu sering gegabah
Sungguh Ayah...
Ingin sekali menyerah
Namun saya bukan  Pecundang
Saya seorang Pejuang
Maka dari itu Ayah...
Ma'afkanlah...
Ma'afkan jika putrimu melanggar janji
Ma'afkan jika putrimu ingin menangis, menangisi hal yang tak penting ini
Ma'afkan putrimu ini rapuh untuk sementara waktu
Ma'afkan putrimu ini tidak dapat berjalan tegar
Ma'afkan putrimu ini akan sedikit pendiam
Ma'afkan putrimu akan sedikit tidak peduli lagi...


Dibawah nama yang luar biasa
-November yang Mewangi

Komentar

Postingan Populer