Sepenggal Keluarga
Keluargaku yang sederhana namun penuh Cinta dan kebahagiaan. Terlahir di tengah-tengah mereka adalah suatu anugrah. Memberikan kehangatan dan banyak pelajaran tentang makna hidup. Tak melulu dengan kebahagiaan tapi juga pahit getir kehidupan. Tersenyum dan menangis bersama mereka.
Selalu terngiang ketika dalam buaian dan dan perlahan-lahan dilepaskan untuk belajar kehidupan secara seorang . Tak ingin membuat mereka kecewa, keluarga yang selalu datang menawarkan kedamaian.
Bersyukur itu harus, memiliki mereka tak terlupakan sepanjang hayat. Bahkan ketika nanti aku memiliki keluarga kecil sendiri, akan kuadopsi segala kebiasaan baik bersama mereka.Sepenggal tentang keluargaku adalah kebahagiaan, kedamaian, kehangatan, sekaligus tujuan dan harap.
Dari Ibu aku belajar banyak hal tak terduga. Kemuliaan bagiku memilikimu. Sosok Ibu yang kuat dan hebat, Sosok Ibu yang tak akan terlupakan. Surga untukku dibawah telapak kakimu. Suatu saat nanti aku juga akan menjadi seorang Ibu. Kelak ketika nanti aku menjadi seorang Ibu, aku akan sepertimu, yang mengerahkan segala waktumu untuk anak-anakmu, agar tak sedikitpun kekurangan kasih sayang. Aku belajar banyak darimu. Aku juga tahu, ketika aku menangis maka kamu menangis lebih banyak, jika aku bahagia maka kamu tidak akan merasakan bahagia lebih dari aku. kamu biarkan aku lebih bahagia darimu.
Akan kuberikan yang terbaik untukmu. Bahkan akan kuberikan lebih dari yang kau minta, Percayalah itu.
Dari Ayahku, aku mengenal sosok tegar, dan kuat. Aku mengenal banyak hal tentang hidup darimu. Terimakasih atas segala perjuanganmu yang selalu kurindukan. Walau begitu banyak aktivitas yang setiap hari kau jalani, tapi masih sempat-sempatnya kau luangkan waktu untuk keluarga kecilmu, mendengar cerita-cerita yang terjadi sepanjang hari. Mengenalkan dunia tulis kepada anak-anaknya, bahwa segala sesuatu yang terjadi itu jadikan suatu mommentum yang berkesan dengan tulisan. Selalu memberikan dorongan dari belakang, memberikan petuah tak terluapakan. Ayah yang selalu merasa ketakutan jika anaknya merasakan manisnya Cinta, karena itu tandanya Ia akan segera berpisah dan mengikhlaskan putrinya untuk menempuh kehidupan yang baru. Ia selalu ingin anaknya itu menjadi yang terbaik, dan mendapatkan yang terbaik. Hal yang selalu aku inginkan adalah memberikan banyak penghargaan untuknya. Dan kini satu persatu mulai kukumpulkan hingga kelak aku dapat memberikannya penghargaan Mahkota Terindah di Surga.
Semuanya hanya soal waktu, sepenggal demi sepenggal namun pasti akan kuwujudkan.
Untuk kalian....
keluarga Tercinta...







Semangat nulis terus, nulisnya yang bener. Semoga kelak jadi penulis hebat. Aamiin.
BalasHapusAminnn, makasih tad, segera saya perbaiki klo ada yang salah hehehehe
Hapus