Aku
Yang perlu ku yakini dalam diriku adalah, "aku pemeran protagonis dalam hidupku.". Diriku sendirilah yang akan melanjutkan langkah. Baik dan buruknya terletak pada "Aku" sendiri bukan orang lain.
Aku yang harus berusaha untuk menciptakan melodi seindah mungkin dalam diriku sendiri, bukan orang lain.
Orang lain hanya sebagai pemeran pembantu yang akan memperkuat sisi positif atau negatif dalam diriku.
Memperindah atau memperburuk hidupku.
AKU...
Aku adalah masa depan juga masa lalu
Hanya aku yang dapat menentukan, apakah masalalu akan kembali hadir dalam masa depan
Aku yang dapat mengambil pelajaran dalam setiap hikmah
AKU adalah kekuatan juga kelemahan
Kekuatan terletak pada diriku sendiri begitu pula dengan kelemahanku
Hanya aku yang dapat menguatkan diriku sendiri dan hanya aku yang tahu kapan aku merasa lemah
Aku yang dapat membangun kekuatan pada diriku sendiri juga hanya aku yang dapat meruntuhkan semuanya menjadi sebuah kelemahan
Aku yang berusaha untuk selalu kuat dan aku tahu batas kekuatanku
AKU adalah sumber kebahagiaan juga kesedihan
Aku sumber kebahagiaan pada diriku sendiri dan aku pencipta kesedihan untukku sendiri
Bahkan ketika nanti ada suatu hal yang dapat membuatku sedih dan kecewa, cukup aku yang mengetahui kadarnya
kadar kesedihan yang akan kurasakan
Kebahagiaan dan ketenangan bagiku adalah ketika semua orang yang kupedulikan dengan kesehatannya dan dengan kebahagiaannya,
tak butuh mereka peduli atau tidak atas kepedulian ini
AKU adalah keistimewaan
Setiap orang dengan keistimewaanya masing-masing
termasuk diriku
Aku mempunyainya keistimewaan tersendiri, dan aku percaya itu
Yang harus ku ketahui...
Tak perlu menjadi orang lain
cukup diriku sendiri
Allah sudah Indah mengatur segala hal tentang AKU
jadi bersyukurlah
Tak ada yang perlu dirisaukan
Takdir merupakan suatu KEPASTIAN
Dan ini semua adalah tentang AKU
AKU adalah sebuah cerita
setiap sepersekian detik pasti terdapat sebuah cerita baru yang tak akan bosan untuk kubagi
cerita dalam setiap detikku tak akan kubuang sia-sia semua akan kuabadikan,
sama seperti diriku yang kelak akan hidup beribu-ribu tahun lagi dengan cerita-ceritaku
Sedih, bahagia, tertawa atau menangis, resah atau tenang semua sama saja,
Tak akan ada yang terlewatkan karena semua tentang AKU
AKU yang entah akan bagaimana,
AKU yang entah harus bagaimana,
AKU yang entah menjadi apa,
AKU yang akan selalu mengenang dan kelak akan dikenang
AKU yang tak pernah berhenti dengan kepedulian, sama seperti orangtuaku yang tak pernah berhenti untuk mengajarkan itu,
AKU yang tak jemu untuk memahamkan bahwa hidup tidak sekedar diri sendiri, jadi jangan berhenti untuk mempedulikan sekitarmu,
AKU yang akan berjuang keras dengan apa yang telah ditugaskan, dan tidak akan menyia-nyiakannya
AKU yang mungkin mulai muak dan entah kacau semuanya tapi AKU yakin AKU punya tempat untuk berpulang kepada ketenangan
AKU yang selalu menciptakan melodi semampuku walau AKUpun tahu itu bukan hal yang mudah
AKU yang tak akan membenci hujan, karena hujan dapat membantu menutupi wajahku yang begitu banyak basah akan air mata
AKU yang selalu menanti kehadiran sinar pagi karena saat itulah harap demi harapku harus segera kukerjakan, menghapus segala ketidakmungkinan
AKU yang akan selalu menunggu bagaimana kelanjutan antara matahari dan bulan yang selalu berganti dan tak akan pernah bertemu
AKU yang tahu kapan harus enyah dari rasa menunggu, berhenti dan melanjutkan perjalanan
AKU yang akan merasakan lelah karena keragu-raguan atau nikmat dalam kepastian
AKU yang tak tahu apa lagi yang harus kutulis diatas tulisan yang mungkin tak berguna ini, namun lebih dari itu menyimpan jutaan makna.
AKU ya AKU yang tak mungkin dapat menjadi yang lainnya
dan AKU yang tak akan berhenti untuk memperjuangkan harap
AKU yang selalu menunggu di ruang-ruang tunggu, yang tak mungkin dapat terhubung dengan paralel atau seri, tapi yang kutahu ada satu ruang tunggu yang memang itu sedang menungguku
dan AKU tak tahu kapan aku akan menjemputnya...
AKU yang selalu kuabadikan semampuku
Aku yang harus berusaha untuk menciptakan melodi seindah mungkin dalam diriku sendiri, bukan orang lain.
Orang lain hanya sebagai pemeran pembantu yang akan memperkuat sisi positif atau negatif dalam diriku.
Memperindah atau memperburuk hidupku.
AKU...
Aku adalah masa depan juga masa lalu
Hanya aku yang dapat menentukan, apakah masalalu akan kembali hadir dalam masa depan
Aku yang dapat mengambil pelajaran dalam setiap hikmah
AKU adalah kekuatan juga kelemahan
Kekuatan terletak pada diriku sendiri begitu pula dengan kelemahanku
Hanya aku yang dapat menguatkan diriku sendiri dan hanya aku yang tahu kapan aku merasa lemah
Aku yang dapat membangun kekuatan pada diriku sendiri juga hanya aku yang dapat meruntuhkan semuanya menjadi sebuah kelemahan
Aku yang berusaha untuk selalu kuat dan aku tahu batas kekuatanku
AKU adalah sumber kebahagiaan juga kesedihan
Aku sumber kebahagiaan pada diriku sendiri dan aku pencipta kesedihan untukku sendiri
Bahkan ketika nanti ada suatu hal yang dapat membuatku sedih dan kecewa, cukup aku yang mengetahui kadarnya
kadar kesedihan yang akan kurasakan
Kebahagiaan dan ketenangan bagiku adalah ketika semua orang yang kupedulikan dengan kesehatannya dan dengan kebahagiaannya,
tak butuh mereka peduli atau tidak atas kepedulian ini
AKU adalah keistimewaan
Setiap orang dengan keistimewaanya masing-masing
termasuk diriku
Aku mempunyainya keistimewaan tersendiri, dan aku percaya itu
Yang harus ku ketahui...
Tak perlu menjadi orang lain
cukup diriku sendiri
Allah sudah Indah mengatur segala hal tentang AKU
jadi bersyukurlah
Tak ada yang perlu dirisaukan
Takdir merupakan suatu KEPASTIAN
Dan ini semua adalah tentang AKU
AKU adalah sebuah cerita
setiap sepersekian detik pasti terdapat sebuah cerita baru yang tak akan bosan untuk kubagi
cerita dalam setiap detikku tak akan kubuang sia-sia semua akan kuabadikan,
sama seperti diriku yang kelak akan hidup beribu-ribu tahun lagi dengan cerita-ceritaku
Sedih, bahagia, tertawa atau menangis, resah atau tenang semua sama saja,
Tak akan ada yang terlewatkan karena semua tentang AKU
AKU yang entah akan bagaimana,
AKU yang entah harus bagaimana,
AKU yang entah menjadi apa,
AKU yang akan selalu mengenang dan kelak akan dikenang
AKU yang tak pernah berhenti dengan kepedulian, sama seperti orangtuaku yang tak pernah berhenti untuk mengajarkan itu,
AKU yang tak jemu untuk memahamkan bahwa hidup tidak sekedar diri sendiri, jadi jangan berhenti untuk mempedulikan sekitarmu,
AKU yang akan berjuang keras dengan apa yang telah ditugaskan, dan tidak akan menyia-nyiakannya
AKU yang mungkin mulai muak dan entah kacau semuanya tapi AKU yakin AKU punya tempat untuk berpulang kepada ketenangan
AKU yang selalu menciptakan melodi semampuku walau AKUpun tahu itu bukan hal yang mudah
AKU yang tak akan membenci hujan, karena hujan dapat membantu menutupi wajahku yang begitu banyak basah akan air mata
AKU yang selalu menanti kehadiran sinar pagi karena saat itulah harap demi harapku harus segera kukerjakan, menghapus segala ketidakmungkinan
AKU yang akan selalu menunggu bagaimana kelanjutan antara matahari dan bulan yang selalu berganti dan tak akan pernah bertemu
AKU yang tahu kapan harus enyah dari rasa menunggu, berhenti dan melanjutkan perjalanan
AKU yang akan merasakan lelah karena keragu-raguan atau nikmat dalam kepastian
AKU yang tak tahu apa lagi yang harus kutulis diatas tulisan yang mungkin tak berguna ini, namun lebih dari itu menyimpan jutaan makna.
AKU ya AKU yang tak mungkin dapat menjadi yang lainnya
dan AKU yang tak akan berhenti untuk memperjuangkan harap
AKU yang selalu menunggu di ruang-ruang tunggu, yang tak mungkin dapat terhubung dengan paralel atau seri, tapi yang kutahu ada satu ruang tunggu yang memang itu sedang menungguku
dan AKU tak tahu kapan aku akan menjemputnya...
AKU yang selalu kuabadikan semampuku
Komentar
Posting Komentar