Aku dan Si Perempuan Ambisius
Aku dan Si Perempuan Ambisius
(Penjaga
Cahaya Kehidupan Pov)
Dia hebat,
Dia keren, Dia cerdas, Dia luar biasa. Siapa yang tak mengenalnya. Dia selalu membius
orang-orang dengan kemampuan berbicaranya dengan kata-katanya yang tersusun
rapi, dan tentunya dengan senyumnya dan suaranya yang khas. Dia luarbiasa. Dan
aku sempat menaruh hati padanya. Sempat saling mengungkapkan terkait perasaan
satu dengan yang lainnya. Dan dia adalah seseorang yang sangat ekspresif untuk
menanggapi pengungkapanku kepadanya. Kita dulu sempat bertukar cerita dan
kebiasaan masing-masing. Dalam tulisan ini aku tak boleh melupakan, bahwasannya
dia adalah penulis yang handal. Dia sempat menerbitkan sebuah buku, dan aku
diundang dalam acara tersebut. Hanya saja aku terlalu malu, bahwa aku dianggap
sebagai tamu kehormatannya. Semenjak itu, semuanya tampak berbeda. Termasuk tentang
kita. Ya, tentang kita. Dan cerita-cerita kita selanjutnya.
Aku adalah
orang yang sangat cepat bosan. Kecuali pada
gunung, rokok,kopi, soto dan dia. Dia berbeda. Sungguh berbeda. Sebenarnya
bukan dia yang berbeda, tapi aku yang berbeda. Dan dia mampu menerima
perbedaanku dengan cara yang istimewa. Aku selalu menyukainya. Selalu menyukai
perbedaan diantara kita. juga pesan-pesan darinya, yang terkadang aku abaikan
akan tetapi selalu aku kenang. “JANGAN LUPA MINUM AIR PUTIH” katanya selepas
aku merokok. Pada nyatanya aku mengabaikannya, namun aku tak akan pernah lupa perkataannya tentang itu.
Dia menyebalkan.
Sangat menyebalkan. Dia tidak kunjung memahami, bahwa aku memiliki cara lain
untuk memperhatikannya. Dia benar-benar menyebalkan dengan mengambil keputusan
untuk marah. Dia menutup semua akses untukku memperhatikannya. Tapi aku sama
sekali tak merasa kuatir. Ada banyak cara untuk mengawasinya. Termasuk pada
Allah kutitipkan semuanya.
Dia cerdas,
sekaligus bodoh. Dia memang hebat dengan prestasi gemilangnya. Tetapi dia juga bodoh
untuk memahami tentang waktu. Tentang kesabaran yang paling mendasar dalam
sebuah hubungan social. Dia memang bodoh untuk menyikapinya. Semua ada waktu
yang tepat. Semua ada campur tangan semesta didalamnya. Dan dia gegabah tentang
itu semua. Padahal, aku hanya menginginkan kesabarannya sebentar. Cukup sampai
energiku penuh untuk membuktikan padanya tentang banyak hal. Aku ingin
mengenalkannya pada indahnya alam, aku ingin menunjukkannya tentang mimpi-mimpi.
Aku ingin menggandeng tangannya untuk kutuntun pada banyaknya kebenaran. Aku
ingin merengkuhnya saat Ia benar-benar terluka. Aku ingin menjadi penyebabnya
Ia tertawa, dan Aku ingin membuatnya tersenyum dengan cara yang sederhana. Aku
ingin ini…aku ingin itu…untuknya.
Tetapi nanti.
Semuanya ada waktunya, dan aku hanya memintanya untuk bersabar sesaat.
Bodohnya, dia tak kunjung untuk mengerti. Ia memilih terluka dalam kesepian
yang nyata.
Sejujurnya akupun
sedih melihatnya demikian. Akupun seakan merasa rintihnya dan perihnya. Sebab,
akulah penyebabnya. Terpakasa aku harus memakai banyak topeng untuk menutupi
semuanya. Aku mengelabui banyak orang perihal rasa yang sebenarnya. Aku tahu
semua yang dia maksud, tetapi dia tak paham apa yang kumaksud. Sejauh ini aku berusaha untuk melupakannya
sejenak, untuk kembali mengingatnya dengan jauh lebihh leluasa. Akupun menerima kenyataan, bahwa saat ini dia
sedang membenciku. Membenci caraku menunjukkan rasaku padanya. Membenci kenangan
yang telah lalu. Dan yang paling penting, dia membenci semua tentangku. Semua tentangku
yang juga berarti tentangnya.
Dia berusaha
melupakan semuanya tentang kitadengan penuh ambisi nyata. Dan dia mewujudkan
dengan gemilangnya prestasinya. Dia menawan. Membuat jatuh cinta banyak orang.
Dia istimewa, membuat sekelilingnya tertegun dengan caranya menyapa. Dan dia,
berhasil mengamankan hatiku, hanya untuknya. Meskipun itu, harus kulalui dengan
perasaan ketidak pekaan yang kubuat-buat untuk mengelabui semuanya.
“Sungguh,
yang dapat kulakukan hanya memasrahkan semuanya. Aku benar-benar akan menunjukkannya
bila waktunya sudah tepat. Tetap kulangitkan do’a terbaik untukmu yang berusaha
menjauh. Akan kutarik lenganmu dan semua tentangmu nanti. Nanti saat langkahku
sudah cukup untuk mensejajarimu, juga sudah mampu jiwaku menghamburkan kedalam
pelukanmu yang aku yakin hangat. Dan ingin kuhapus air matamu yang ku yakini
meleleh dengan perasaan penuh haru. Juga kuyakinkan kamu bahwa setelah itu
hanya ada kita dan langkah kita yang bersamanya. Akan kulakukan semua itu bila
waktunya sudah tepat. Saat aku dan kamu sudah sama-sama siap. Bukan saat ini
yang pasti hanya akan berkahir sesaat.
Silahkan
terus menerus berambisi, saat ini, itulah yang terbaik untuk kita. untuk rasa
dan asa kita berdua. Karena ini adalah cara untuk mempertahankan semuanya. Kelak
kau akan benar-benar tahu, betapa besar semua persiapan yang aku lakukan. Dan
aku menjamin kamu akan kembali tanpa kuminta dengan sendirinya. Dengan jalan
yang tak terduga. Yang masing-masing diantara kitapun, tak akan tahu seperti
apa.
Yakinlah,
orang-orang yang berada pada tujuan yang sama, akan bertemu dalam perjalanan
yang Panjang dan melanjutkan dengan
bergandengan.
Nanti kamupun
akan tahu, dan akan malu.”
Sungguh,
jangan gegabah untuk marah.
JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.cc
dewa-lotto.vip